GILANGNEWS.COM - Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, mempertanyakan target tingkat kemiskinan yang dicantumkan dalam RAPBN 2022 yang sebesar 8,5-9 persen. Menurutnya, target kemiskinan yang ditetapkan tak mencerminkan adanya pandemi.
"Kalau kita lihat di RAPBN 2022, target penurunan kemiskinan saya rasa yang saya susah mencernanya, terus terang," kata Faisal dalam sesi diskusi virtual, Jumat (20/8).
Menurut pengamatannya, target tingkat kemiskinan tersebut bahkan terhitung lebih rendah dibanding masa-masa sebelum pandemi Covid-19.