Ini Kata Ketua MPR Tentang Penangkapan Tokoh Terkait Makar

Jumat, 02 Desember 2016 | 11:36:23 WIB
Ketua MPR Zulkifli Hasan

GILANGNEWS.COM- Ketua MPR Zulkifli Hasan menanggapi penangkapan sejumlah tokoh Gerakan Selamatkan NKRI karena dugaan makar. Mereka yang ditangkap akan menemui ketua MPR untuk memberikan maklumat agar segera dilakukan sidang istimewa. 

"Saya baru baca beritanya, ya memang sudah kita sampaikan kalau ada yang mau ke MPR, yang mau makar, menduduki DPR kan sudah saya sampaikan, bahwa sudah ada kesepakatan antara MUI dengan Habib Rizieq dan ulama, kegiatan fokus di Monas," kata Zulkifli di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 2 Desember 2016.

Menurutnya, kalau ada yang mau memaksakan diri ke DPR/MPR maka berarti mengingkari kesepakatan. Ia khawatir kalau massa diarahkan ke luar dari Monas akan melanggar ketertiban umum. Sehingga ketika  berada di luar Monas itu sudah menjadi hak aparat keamanan.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Kalau aspirasi boleh saja tapi jangan hari ini. Kita kan sudah disepakati di sana. Bisa minggu depan. Orang sampaikan aspirasi boleh karena rumah rakyat, yang hari ini disepakati di Monas, agendanya itu, kalau ada agenda lain bisa disalahpahami, bisa dimanfaatkan pihak-pihak tertentu," kata Zulkifli.

    Ia menegaskan kalau ada massa yang datang ke DPR/MPR maka dipastikan akan ditolak. Sebabnya ia menilai mengurus massa yang jumlahnya jutaan orang tak mudah. Apalagi massa juga banyak datang dari berbagai daerah.

    "Kalau ada yang mau sampaikan aspirasi, silakan minggu-minggu lain, hari masih banyak di Januari, kan MPR tak kemana-mana. Tidak akan menerima masuk orang kemari karena sudah disepakati adanya di Monas. Kalau ada yang ke sini tiba-tiba tentu bisa menimbulkan kesalahpahaman, bisa juga orang terprovokasi," kata Zulkifli.

    Terkini