Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
"Rakyat Indonesia, keadaan saat ini sungguh berat dan menyakitkan bagi kami. Oleh karena itu, kami menunggu dukungan Anda. Kami berharap dapat mendengar suara Anda yang lantang dan berani dalam membela kami," kata Vasyl Hamianin.
Ulas sejarah Majapahit sampai tipuan komunis
Vasyl Hamianin meminta dukungan Indonesia sembari mengulas sejarah heroisme masa lalu. Dia menyebut bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat dan gagah.
"Anda adalah ahli waris kerajaan-kerajaan besar Majapahit, Pajajaran, Sriwijaya, yang berhasil melumpuhkan para penjajah Mongol yang kala itu tak terkalahkan," kata dia.
Rakyat Indonesia masa kini disebutnya sebagai penerus perjuangan melawan penjajah. Indonesia dulu memang sempat dijajah oleh bangsa lain, termasuk Belanda dan Jepang. Ini mirip dengan Ukraina yang dijajah Rusia.
"Ukraina tidak bertekuk lutut terhadap ancaman kematian, sama seperti Indonesia tidak menyerah 70 tahun yang lalu. Kami akan berdiri tegak dan meraih kemenangan. Namun, dengan dukungan Anda, kemenangan dapat kami raih dengan lebih mudah, lebih pasti, dan lebih cepat," tuturnya.
Indonesia juga punya sejarah antikomunisme, paham yang juga pernah berkuasa di Rusia, dahulu Uni Soviet. Vasyl Hamianin juga menyinggungnya, sekelumit.
"Anda adalah bangsa bijak yang mampu menepis rayuan tipuan komunis dan tak tunduk padanya," kata dia, seraya menyebut Indonesia adalah pilar stabilitas Asia Tenggara.
Dia menyebut Rusia saat ini merupakan penerus rezim komunis. Saat ini Rusia sudah menyerang Ukraina dan menghancurkan rumah sakit, sekolah, hingga panti asuhan. Rakyat sipil menjadi korban. Roket-roket masih menghantam Ukraina. Pertumpahan darah dan kekejian masih terjadi.
"Anda tidak dapat diam diri menyaksikan Federasi Rusia, sang penerus rezim komunis, melakukan tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan hari lepas hari di kota-kota dan desa-desa Ukraina," kata dia.
Terkini
Rabu, 14 Januari 2026 | 22:06:44 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:59:01 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:51:32 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:48:09 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:36:04 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:30:30 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:24:30 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:16:39 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:12:57 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:06:30 WIB