Kasus Covid-19 Naik Lagi, Epidemiolog: Mulai Memprihatinkan

Jumat, 04 November 2022 | 14:52:32 WIB
Vaksin Booster.

GILANGNEWS.COM - Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman menilai, kasus Covid-19 di Indonesia kembali memprihatinkan. Penilaian ini merujuk pada situasi dalam dua pekan terakhir.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, dalam dua pekan terakhir, kasus Covid-19 meningkat tajam. Bahkan diikuti fatalitas atau kematian.

Khusus pada Selasa (1/11), kasus Covid-19 bertambah 4.707, atau paling tinggi selama dua pekan terakhir. Sedangkan kasus kematian akibat covid-19 paling tinggi pada hari Senin (31/10) dengan jumlah 34 orang.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • “Situasi saat ini sudah mulai memperhatikan,” kata Dicky melalui pesan elektronik, Jumat (4/11).

    Kenaikan Kasus Covid-19 Setelah XBB Masuk RI

    Peningkatan kasus Covid-19 terjadi setelah subvarian Omicron XBB masuk ke Indonesia. Menurut Dicky, XBB sangat bergantung pada modal imunitas tubuh. Jika seseorang sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster, maka risiko terpapar XBB kecil.

    Namun persoalannya, saat ini belum banyak masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga. Data Kementerian hari ini pukul 12.00 WIB, baru 65.265.861 orang atau setara 27,81 persen orang sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga dari target 234.666.020.

    Di sisi lain, pemerintah tidak memaksimalkan masa transisi dari pandemi ke endemi Covid-19. Dia mengambil contoh tidak ada lagi pembatasan kapasitas operasional di tempat kerja. Di saat bersamaan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan menurun.

    Dicky membandingkan situasi Covid-19 di Indonesia dengan Singapura. Di Singapura, kasus Covid-19 meningkat signifikan. Namun, angka kematian sangat kecil. Sementara di Indonesia, peningkatan kasus kematian cukup tinggi.

    “Itu menunjukkan lemahnya sistem kesehatan di daerah-daerah dan secara nasional. Kemampuan ini juga termasuk di dalamnya adalah kemampuan menemukan kasus,” ujarnya.

    Data Covid-19 Dua Pekan Terakhir

    Berikut rekapitulasi kasus covid sejak dua pekan terakhir.

    1 November
    Kasus Baru 4.707 Jadi 6.497.786
    Sembuh 2.071 Jadi 6.311.861
    Meninggal 32 Jadi 158.663

    31 Oktober
    Kasus Baru 2.457 Jadi 6.493.079
    Sembuh 2.309 Jadi 6.309.790
    Meninggal 34 Jadi 158.631

    30 Oktober
    Kasus Baru 2.717 Jadi 6.490.622
    Sembuh 1.895 Jadi 6.307.481
    Meninggal 26 Jadi 158.597

    29 Oktober
    Kasus Baru 3.141 Jadi 6.487.905
    Sembuh 2.109 Jadi 6.305.586
    Meninggal 27 Jadi 158.571

    28 Oktober
    Kasus Baru 3.015 Jadi 6.484.764
    Sembuh 1.783 Jadi 6.303.477
    Meninggal 22 Jadi 158.544

    27 Oktober
    Kasus Baru 3.029 Jadi 6.481.749
    Sembuh 2.954 Jadi 6.301.694
    Meninggal 23 Jadi 158.522

    26 Oktober
    Kasus Baru 3.048 Jadi 6.478.720
    Sembuh 1.458 Jadi 6.298.740
    Meninggal 24 Jadi 158.499

    25 Oktober
    Kasus Baru 3.008 Jadi 6.475.672
    Sembuh 1.757 Jadi 6.297.282
    Meninggal 21 Jadi 158.475

    24 Oktober
    Kasus Baru 1.703 Jadi 6.472.664
    Sembuh 2.378 Jadi 6.295.525
    Meninggal 25 Jadi 158.454

    23 Oktober
    Kasus Baru 1.685 Jadi 6.470.961
    Sembuh 1.206 Jadi 6.293.147
    Meninggal 13 Jadi 158.429

    22 Oktober
    Kasus Baru 2.087 Jadi 6.469.276
    Sembuh 2.308 Jadi 6.291.941
    Meninggal 18 Jadi 158.416

    21 Oktober
    Kasus Baru 2.227 Jadi 6.467.189
    Sembuh 1.970 Jadi 6.289.633
    Meninggal 18 Jadi 158.398

    20 Oktober
    Kasus Baru 2.307 Jadi 6.464.962
    Sembuh 1.873 Jadi 6.287.663
    Meninggal 19 Jadi 158.380

    19 Oktober
    Kasus Baru 2.390 Jadi 6.462.655
    Sembuh 1.408 jadi 6.285.790
    Meninggal 16 jadi 158.361.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB