Jambore Karhutla Riau 2025 Siap Digelar, Edukasi Generasi Muda Jaga Lingkungan

Ahad, 20 April 2025 | 12:18:35 WIB

GILANGNEWS.COM - Pemerintah Provinsi Riau terus mematangkan persiapan pelaksanaan Jambore Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau yang dilaksanakan pada 25-27 April 2025 di Bumi Perkemahan Taman Hutan Raya, Minas, Kabupaten Siak.

Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid mengatakan, persiapan Jambore Karhutla yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda tentang pentingnya menjaga lingkungan itu sudah mencapai hampir 90 persen.

Sebab menurut Gubri, jika lingkungan dijaga dengan baik oleh masyarakat, maka potensi bencana seperti banjir dan kebakaran hutan bisa diminimalisir.

  • Baca Juga BPJS Ketenagakerjaan Tambah Peserta Pekerja Informal
  • Baca Juga Kini BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Program Jaminan Pensiun.
  • Baca Juga Biaya Kecelakaan Kerja bagi yang ikut Program BPJS diTanggung 100 %
  • "Jadi Jambore Karhutla ini dalam rangka memberikan rasa dan memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Kalau lingkungan kita jaga, InsyaAllah bencana bisa kita minimalisir. Seperti banjir dan kebakaran hutan," ujarnya.

    Dalam pelaksanaan jambore, kegiatan penanaman pohon akan menjadi bagian penting dari rangkaian acara tersebut. Penanaman pohon diharapkan menjadi simbol kesejukan dan upaya bersama untuk menghijaukan kembali wilayah-wilayah yang rentan terhadap kerusakan lingkungan.

    Karena itu, Gubri meminta kepada seluruh bupati/walikota di Riau untuk ikut menggalakkan kegiatan penanaman pohon di daerah masing-masing. Sebab gerakan penghijauan ini tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga membawa pesan moral untuk menjaga alam bersama.

    "Saya minta juga setiap kegiatan di daerah-daerah bupati/walikota ada kegiatan menanam pohon, agar kita rasakan hijaunya daerah kita ini dengan melambangkan bahwa hijaunya itu bisa mencerminkan kesejukan," pintanya.

    Gubri menyatakan, kegiatan Jambore tersebut bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga sebagai bentuk edukasi yang dapat menginspirasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian alam.

    "Semoga aksi nyata ini bisa menjadi kebiasaan baru yang berkelanjutan di tengah masyarakat Riau ke depan," tukasnya

    Terkini