Pemko Pekanbaru Siapkan 16 Sekolah Swasta untuk Siswa Tak Tertampung di SMP Negeri

Rabu, 02 Juli 2025 | 11:47:04 WIB

GILANGNEWS.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memberikan solusi bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak lolos seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP negeri.

Sebanyak 16 sekolah swasta disiapkan sebagai alternatif pendidikan gratis melalui kerja sama dengan Pemko Pekanbaru.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan, siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap bisa melanjutkan pendidikan secara gratis di sekolah swasta yang ditunjuk. Seluruh biaya akan ditanggung melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah.

  • Baca Juga BPJS Ketenagakerjaan Tambah Peserta Pekerja Informal
  • Baca Juga Kini BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Program Jaminan Pensiun.
  • Baca Juga Biaya Kecelakaan Kerja bagi yang ikut Program BPJS diTanggung 100 %
  • "Bagi anak-anak yang kurang mampu bisa belajar di sana secara gratis,” ujar Agung, Rabu (2/7/2025).

    Agung menegaskan, Pemko berkomitmen menjalankan proses SPMB secara adil dan transparan tanpa permainan kuota, sesuai pakta integritas yang telah ditandatangani bersama.

    Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal menyebut, sejumlah sekolah swasta telah siap menampung siswa.

    Beberapa di antaranya berada di kawasan Sukajadi seperti SMP YLPI dan SMP Masmur. Di wilayah Bina Widya ada SMP Telekomunikasi, SMP IT Badrul Islam, serta SMP Plus Terpadu. Sedangkan di Tuah Madani terdapat SMP Taruna Satria.

    Selanjutnya, SMP Tri Bhakti yang berada di Payung Sekaki, SMP Muhammadiyah 5 di Rumbai Pesisir, SMP Tunas Karya di Sukajadi, SMP Widya Graha di Bukit Raya, serta SMP Dwi Sejahtera di Marpoyan Damai juga menjadi bagian dari sekolah mitra.

    Ada pula sekolah lainnya seperti SMP YABRI Terpadu, SMP Nurul Falah Kulim, SMP Pekerti Mulya, SMP Plus Ath Thoiba, dan SMP Islam Nurul Hidayah.

    "Keseluruhan sekolah tersebut telah menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dalam program pendidikan gratis ini," katanya.

    Abdul Jamal menambahkan, penerimaan tetap disesuaikan dengan daya tampung masing-masing sekolah dan memprioritaskan siswa kurang mampu. 

    Terkini