Jokowi : Jangan Biarkan Rakyat Terpencil Dapat BBM Harga Berlipat

Kamis, 05 Januari 2017 | 15:49:25 WIB
Presiden Jokowi

GILANGNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan harga, baik secara kualitas maupun harga. Baik yang berada di Papua, daerah perbatasan dan daerah terpencil lainnya.

Demikianlah disampaikan oleh Jokowi saat membuka sidang paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/1/2016).

"Kita tidak boleh membiarkan rakyat kita di Papua, di perbatasan, daerah terpencil, daerah terdepan mengalami ketidakadilan karena harus menikmati BBM dengan harga yang berlipat dibanding Jawa dan Sumatera," ujarnya sebagaimana dilansir detik.com

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Begitu juga dengan listrik. Program 35.000 mw sudah dijalankan dan bertujuan bukan hanya memenuhi kebutuhan wilayah perkotaan, namun juga pada daerah yang selama ini tidak terjangkau.

    "Kita juga tidak boleh membiarkan rakyat kita di pelosok nusantara tidak memperoleh listrik di malam hari," jelas Jokowi.

    Ketersediaan energi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi di seluruh wilayah. Ketika ada energi maka kegiatan ekonomi akan berjalan, masyarakat mendapatkan penghasilan dan akhirnya bisa bergerak ke atas garis kemiskinan.

    "Ketersediaan energi nasional kita adalah kunci dalam mengentaskan kemiskinan dan kunci dalam mengurangi ketimpangan," tegasnya.

    "Pada 2017 ini kita ingin lebih fokus lagi bekerja dalam mempercepat pemerataan pembangunan, termasuk di dalamnya di sektor energi. Sehingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia betul-betul bisa segera terwujud," terang Jokowi.***

    Terkini