PEKANBARU, Gilangnews.com — Nama Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Aidil Amri, tiba-tiba menjadi perhatian dalam rapat paripurna pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026, Selasa (29/9/2026).
Nama Aidil disebut langsung oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Pekanbaru.
Suasana ruang sidang yang sebelumnya berlangsung formal seketika berubah. Sorak-sorai terdengar dari sejumlah anggota DPRD dan tamu yang hadir.
Baca Juga Ahok Ikhlas Jalani Hidup di Balik Jeruji Besi
Baca Juga Besok Sidang Terakhir Ahok, Penjagaan Lebih Banyak dari Biasanya
Baca Juga KH Ma'ruf Enggan Bertemu Ahok, karena Alasan Ini
Baca Juga Jaksa sebut sikap ahok merasa paling benar
Yang membuat momen tersebut semakin menarik, nama Aidil disebut hanya sehari setelah dirinya melontarkan kritik terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin dalam rapat paripurna, Senin (28/9/2026).
Dalam rapat sehari sebelumnya, Aidil bersama Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Robin Eduar melakukan interupsi.
Mereka mempersoalkan ketidakhadiran Sekda dalam rapat Komisi I yang membahas KUA-PPAS.
Aidil bahkan meminta Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menyampaikan persoalan tersebut kepada Wali Kota.
Dalam interupsinya, Aidil menilai sikap Sekda terkesan arogan dan meminta persoalan tersebut menjadi perhatian pimpinan Pemko Pekanbaru.
Pernyataan itu disampaikan secara terbuka dalam rapat paripurna yang dihadiri jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru.
Ketua Komisi I Robin Eduar juga menjelaskan bahwa pemanggilan Sekda dilakukan bukan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), melainkan sebagai Sekda yang memiliki sekretariat dan anggaran sebagai mitra kerja Komisi I.
Robin menegaskan, pembahasan anggaran di tingkat komisi merupakan bagian dari fungsi DPRD, termasuk fungsi anggaran dan pengawasan.
Persoalan tersebut kemudian diminta menjadi perhatian Pemko Pekanbaru.
Namun sehari kemudian, sebuah kejutan muncul dari podium Wali Kota.
Dalam sambutannya pada rapat paripurna, Agung Nugroho berbicara mengenai pembangunan infrastruktur dan apresiasi masyarakat terhadap kinerja Pemko Pekanbaru bersama DPRD.
Agung menyebut masyarakat yang ditemuinya di sejumlah wilayah mengucapkan terima kasih karena pembangunan jalan di Pekanbaru mulai mendapat perhatian.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan DPRD.
Lalu, menjelang akhir sambutan, Agung menyebut satu nama. “Aidil Amri”.
“Terima kasih juga kepada Pak Aidil Amri sudah banyak membantu masyarakat dalam pembangunan jalan dan terealisasi, ya kan Pak Sekda,” ujar Agung sambil menoleh ke arah Zulhelmi Arifin.
Pernyataan tersebut langsung disambut sorak-sorai dari ruang paripurna.
Momen itu menjadi perhatian karena terjadi tepat satu hari setelah Aidil secara terbuka menyoroti persoalan Sekda.
Apakah ucapan Agung tersebut sekadar bentuk apresiasi?
Ataukah ada pesan lain yang ingin disampaikan Wali Kota kepada kader partainya tersebut?
Tidak ada pernyataan Agung yang secara eksplisit menyebut bahwa ucapan itu merupakan teguran kepada Aidil.
Namun, urutan peristiwa tersebut membuat penyebutan nama Aidil sulit dilepaskan dari dinamika rapat sehari sebelumnya.
Terlebih, kritik Aidil ditujukan kepada seorang pejabat yang berada di posisi strategis dalam pemerintahan kota.
Sekda merupakan salah satu pejabat penting dalam struktur Pemerintah Kota Pekanbaru dan memiliki peran sentral dalam koordinasi pemerintahan serta pengelolaan administrasi daerah.
Karena itu, ketika persoalan antara Komisi I dan Sekda mencuat ke ruang paripurna, persoalan tersebut tidak lagi sekadar menjadi urusan teknis antara komisi dan mitra kerja.
Dinamika itu sudah menjadi perhatian pimpinan pemerintahan kota.
Menariknya, sehari setelah persoalan tersebut mencuat, Wali Kota justru menyebut nama Aidil secara langsung di hadapan forum yang sama.
Bagi sebagian pihak, pernyataan tersebut dapat dipandang sebagai apresiasi.
Namun bagi mereka yang mengikuti rangkaian peristiwa sejak interupsi sehari sebelumnya, penyebutan tersebut juga dapat dibaca sebagai pesan politik yang lebih halus.
Apalagi Agung Nugroho dan Aidil Amri sama-sama memiliki latar belakang Partai Demokrat.
Agung merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Riau, sementara Aidil merupakan kader Demokrat yang duduk di DPRD Pekanbaru.
Dengan latar belakang tersebut, dinamika antara keduanya tentu menarik untuk diperhatikan.
Di satu sisi, Aidil menjalankan fungsi DPRD dengan menyampaikan kritik terhadap persoalan yang menurutnya perlu mendapat perhatian pemerintah.
Di sisi lain, Agung sebagai kepala daerah memiliki kepentingan menjaga soliditas hubungan antara Pemko dan DPRD, termasuk komunikasi dengan anggota DPRD dari partai yang sama.
Karena itu, satu kalimat dari podium Wali Kota pun kemudian menjadi bahan perhatian.
“Terima kasih juga kepada Pak Aidil Amri…”
Apakah itu pujian?
Sindiran?
Atau teguran yang disampaikan dengan cara yang lebih halus?
Belum ada penjelasan langsung dari Agung mengenai maksud khusus di balik penyebutan nama Aidil tersebut.
Namun satu hal menjadi jelas.
Nama Aidil Amri yang sehari sebelumnya menggema melalui interupsi, kembali menggema sehari kemudian dari podium Wali Kota Pekanbaru.
Bedanya, kali ini bukan kritik yang mengiringinya.
Melainkan ucapan terima kasih.
Dan ketika ucapan itu disampaikan sambil menoleh kepada Sekda Zulhelmi Arifin, sorak-sorai pun pecah di ruang paripurna.
Apakah ini sekadar candaan di tengah sidang?
Atau sebuah pesan politik yang sengaja dikemas dengan kalimat sederhana?
Publik tentu dapat menafsirkan sendiri.
Sebab dalam politik, terkadang bukan panjangnya pidato yang menjadi perhatian.
Melainkan siapa yang disebut, kapan disebut, dan kepada siapa ucapan itu diarahkan.
Terkini
Selasa, 29 September 2026 | 21:04:45 WIB
Senin, 28 September 2026 | 18:13:43 WIB
Selasa, 22 September 2026 | 15:57:29 WIB
Senin, 21 September 2026 | 16:31:47 WIB
Senin, 21 September 2026 | 13:40:16 WIB
Kamis, 17 September 2026 | 14:24:05 WIB
Kamis, 03 September 2026 | 16:22:43 WIB
Selasa, 08 September 2026 | 20:32:29 WIB
Senin, 07 September 2026 | 17:32:00 WIB
Selasa, 01 September 2026 | 15:52:26 WIB