120 Panel PJU Hilang di Pekanbaru, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta; 3 Pelaku Ditangkap, Komplotan Masih Diburu
PEKANBARU, Gilangnews.com — Gelapnya sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru selama dua bulan terakhir akhirnya menemukan titik terang. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru mengungkap sedikitnya 120 panel Penerangan Jalan Umum (PJU) raib digondol pencuri, dengan kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp500 juta. Tiga pelaku telah ditangkap, sementara anggota komplotan lainnya masih diburu polisi.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi mengatakan penangkapan itu merupakan hasil patroli khusus yang sengaja diterjunkan Dishub pada dini hari, menyusul maraknya pencurian panel lampu jalan di berbagai wilayah kota.
“Alhamdulillah, minggu lalu kami berhasil menangkap dua orang pelaku saat beraksi dini hari. Pagi itu juga langsung kami serahkan ke Polresta Pekanbaru berdasarkan laporan polisi yang telah kami buat,” kata Masykur saat ditemui di Gedung DPRD Kota Pekanbaru, Senin (21/9/2026).
Tak berhenti di situ, Polresta Pekanbaru kemudian mengembangkan kasus tersebut hingga kembali mengamankan satu pelaku lainnya. Total, tiga orang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Komplotan Beraksi Sistematis
Hasil pemeriksaan awal mengungkap fakta mengejutkan. Para pelaku diduga bukan pencuri tunggal, melainkan bagian dari komplotan beranggotakan lima hingga enam orang yang beroperasi secara terorganisir.
“Masih ada teman-teman mereka yang sedang dalam proses pengejaran penyidik. Kami berharap semuanya segera ditangkap karena perbuatan ini sangat merugikan pemerintah dan masyarakat,” ujar Maskur.
Menurutnya, aksi pencurian tidak hanya menghabiskan aset daerah, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan akibat padamnya lampu penerangan.
Dijual Murah, Negara Rugi Jutaan
Yang paling ironis, panel PJU yang bernilai Rp4–5 juta per unit justru dijual pelaku ke pengepul barang rongsokan dengan harga hanya Rp180 ribu hingga Rp200 ribu.
Di dalam setiap panel terdapat meterisasi PLN senilai sekitar Rp1,5 juta, sehingga setiap kehilangan memaksa pemerintah kembali melakukan penggantian sekaligus penyambungan ulang jaringan listrik.
“Kalau panel diputus atau hilang, otomatis lampu di sepanjang jalan itu mati. Jadi bukan hanya kerugian ekonomi, tetapi masyarakat kehilangan penerangan dan rasa aman saat melintas pada malam hari,” jelasnya.
Dishub memastikan seluruh panel yang hilang akan diganti secara bertahap bekerja sama dengan PLN agar penerangan jalan kembali normal.
Tenayan Raya dan Kulim Paling Rawan
Maskur menyebut wilayah Tenayan Raya dan Kulim menjadi kawasan dengan angka kehilangan panel tertinggi. Selain menjadi lokasi yang paling sering disasar, sebagian pelaku juga diketahui berdomisili di kawasan tersebut.
Data Dishub menunjukkan maraknya pencurian terjadi dalam rentang sekitar dua bulan terakhir dan menyasar panel-panel yang berada di pinggir jalan utama maupun kawasan permukiman.
2.500 Panel Kini Dijaga Bersama
Menghadapi situasi itu, Dishub mengubah strategi pengamanan. Tak hanya mengandalkan patroli internal, pemerintah kini melibatkan camat, lurah, RT, hingga RW untuk ikut mengawasi sekitar 2.500 panel PJU yang tersebar di seluruh Kota Pekanbaru.
“Kalau hanya mengandalkan tenaga Dishub tentu kami terbatas. Karena itu kami sudah berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan, RT dan RW agar bersama-sama menjaga aset penerangan jalan,” katanya.
Dishub juga mulai menerapkan penguncian pada panel-panel yang memungkinkan dipasang sistem pengaman tanpa menghambat proses pemeliharaan. “Mana yang bisa dikunci, kita kunci,” tegas Maskur.
Pemerintah Kota Pekanbaru berharap penangkapan seluruh anggota komplotan dapat memberikan efek jera sekaligus menghentikan aksi pencurian yang selama ini membuat ratusan lampu jalan padam dan membahayakan keselamatan




Tulis Komentar