Tahun Ini ESDM Menargetkan 92,75% Listrik Untuk Wilayah RI

Sabtu, 07 Januari 2017 | 10:07:44 WIB
Foto : Dokumentasi PLN

GILANGNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan rasio elektrifikasi tahun ini dapat mencapai 92,75%. Artinya, di akhir 2017 tinggal 7,25% wilayah Indonesia saja yang belum berlistrik. 

Target tersebut ditetapkan karena ada sejumlah pembangkit listrik yang mulai beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) di 2017. 

Ditargetkan pembangkit-pembangkit yang COD tahun ini 4.487 MW, sehingga total kapasitas listrik pun akan meningkat dari saat ini sekitar 59.000 MW menjadi lebih dari 63.000 MW pada akhir tahun. 

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "2017 nanti rasio elektrifikasi 92,75%. Yang COD targetnya 4.487 MW," kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, Sebagaimana di lansir detikFinance di Jakarta, Sabtu (7/1/2017).

    Sementara pada 2016 lalu, total pembangkit listrik yang COD mencapai 4.128 MW. Sebagian besar berasal dari sisa Fast Tracking Project (Program 10.000 MW). Sedangkan rasio elektrifikasi naik dari 88% pada akhir 2015 menjadi 90,35%.

    "Ada tambahan pembangkit 4.128 MW. Rasio elektrifikasinya jadi 90,35%, di atas target 2016 yang 90,15%. Kemarin akhir 2015 88%," papar Jarman.

    Sementara susut jaringan (losses) pada 2016 menurun dari 8,87% pada 2015 menjadi 8,68%. Semakin sedikit listrik yang terbuang akibat buruknya kualitas jaringan, pencurian listrik, dan sebagainya.

    "Sudah tercapai sesuai target, yaitu 8,68% dari target 8,67%. Turunnya sudah banyak, losses sebelumnya 8,87% turun ke 8,68%," Jarman menuturkan. 

    Dari penurunan losses sebesar 0,2% itu, PLN mendapatkan penghematan sekitar Rp 600 miliar. Turunnya losses, menurut Jarman, terutama karena PLN memperbaiki jaringan dan memberantas pencurian listrik.

    "Ada perbaikan jaringan, pencurian listrik berkurang. Setiap turun 1% losses itu Rp 3 triliun," pungkasnya.***

    Terkini