Ini 13 Nama Kandidat Deputi Penindakan dan Direktur Penyidikan KPK

Ahad, 11 Maret 2018 | 10:09:24 WIB
Gedung markas KPK.

GILANGNEWS.COM - Polri dan Kejaksaan telah memberikan sejumlah nama untuk diseleksi menjadi Deputi Penindakan serta Direktur Penyidikan KPK. Dari Polri ada 6 nama, sedangkan Kejaksaan mengajukan 7 nama. Siapa saja?

Informasi resmi yang didapatkan dari KPK, 13 nama itu telah diterima. Sebagian besar dari nama-nama itu bukanlah nama asing di lingkungan KPK lantaran pernah ditugaskan institusi masing-masing ke lembaga antirasuah itu sebelumnya.

"Firly, Abdul Hasyim Gani, Toni Harmanto, Andy Hartoyo, Djoko Poerwanto, Edy Supriyadi (dari unsur Polri). Kemudian (dari unsur Kejaksaan) Feri Wibisono, Heffinur, Tua Rinkes Silalahi, Wisnu Baroto, Fadil Zumhana, Witono, dan Fadil Zumhana," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Minggu (11/3/2018).

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Sebelumnya pada Jumat (9/3), Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menyebut rekam jejak para kandidat itu akan ditelusuri KPK. Penelurusan dilakukan KPK dengan bantuan instansi terkait lainnya.

    "Itu sudah pasti (dilakukan), nanti dari teman-teman semua. Apakah yang bersangkutan pernah melakukan hal tidak baik," ujar Basaria.

    "Standar (meminta bantuan BNN dan PPATK untuk mengecek) itu selalu kita lakukan. Kalau narkoba (ke) BNN, tindak pidana lain (ke) kepolisian dan kejaksaan, tindak pidana pencucian uang (ke) PPATK. Itu yang selalu kita lakukan, itu standar saja, tidak ada yang luar biasa," imbuh Basaria.

    Namun selain itu, Basaria juga berharap publik dapat memberikan usulan. KPK, menurut Basaria, sangat terbuka dengan masukan dari masyarakat tentang siapa yang paling cocok untuk menempati 2 posisi strategis di KPK itu.

    "Masukan dari masyarakat juga kita butuhkan," ujar Basaria.

    Posisi Deputi Penindakan KPK memang telah ditinggalkan Heru Winarko yang kini telah menjabat sebagai Kepala BNN. Sedangkan, jabatan Direktur Penyidikan KPK akan segera kosong lantaran Aris Budiman disebut akan kembali ke Polri.

    Terkini