Holding Migas, Saham PGN Diserahkan ke Pertamina Akhir Pekan

Senin, 12 Maret 2018 | 16:34:42 WIB
Pemerintah bakal menyerahkan saham PT PGN (Persero) Tbk kepada PT Pertamina (Persero) pada akhir pekan sebagai tindak lanjut holding BUMN Migas.

GILANGNEWS.COM - Pemerintah bakal menyerahkan saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk sebanyak 13,8 juta lembar saham seri B kepada PT Pertamina (Persero) pada akhir pekan. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari tahap pembentukan induk holding Badan Usaha Milik Negara sektor minyak dan gas (BUMN Migas).

Rencananya, penyerahan saham PGN akan dilakukan sebelum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina yang berlangsung pada Jumat (16/3) mendatang.

Direktur Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, selain menindaklanjuti holding BUMN Migas, RUPS juga akan membahas perubahan Anggaran Dasar (AD), termasuk pengukuhan anggota Dewan Direksi baru perseroan.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Kami rencanakan RUPS bulan ini. Penyerahan saham pemerintah di PGN ke Pertamina kan 16 Maret. RUPS setelah itu," ujar Nicke di kantor pusat Pertamina (12/3).

    Sebelumnya, pembentukan holding Migas dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan PT Pertamina.

    Setelah saham pemerintah di PGN diserahkan kepada perseroan, lanjut Nicke, PGN akan menjadi anak usaha Pertamina. Kemudian, perseroan akan mengintegrasikan operasional PGN dengan perseroan, termasuk dalam hal investasi.

    "Saat ini ada tim yang sedang mengkaji dari sisi transaksi keuangan, pajak. Ada yang menjadi dari sisi operasional dan sumber daya manusia," ujarnya.

    Terkait rencana penambahan anggota dewan direksi, Nicke menyatakan hal itu masih dikaji. Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beberapa waktu lalu memangkas Direktorat Gas.

    Pemerintah juga membagi Direktorat Pemasaran menjadi Direktur Pemasaran Korporat dan Direktur Pemasaran Retail serta menambah Direktorat Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur.

    Terkini