4 Tuntutan buruh yang sulit dikabulkan pemerintah

Selasa, 01 Mei 2018 | 12:09:34 WIB
Demo buruh.

GILANGNEWS.COM - Selasa 1 Mei merupakan hari Buruh Internasional. Untuk memperingati, hari ini diperkirakan ribuan buruh akan membanjiri Ibu Kota untuk menggelar aksi unjuk rasa dengan berbagai tuntutan yang dilayangkan pada pemerintah.

Secara garis besar, para buruh menuntut upah layak dan kesejahteraan. Namun, ada beberapa catatan seperti tuntutan buruh pada tahun-tahun sebelumnya yang sulit dikabulkan pemerintah. Apa itu, berikut rangkumannya dari berbagai sumber:

1. Buruh minta uang pulsa masuk dalam hitungan upah

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Setiap perayaan hari buruh dari tahun-tahun, para buruh menuntut memasukkan pulsa dalam komponen hidup layak (KHL). KHL merupakan acuan dalam penentuan upah minimum provinsi (UMP).

    Namun dalam kenyataannya, keinginan para buruh ini tidak bisa direalisasikan. Karena dari jumlah KHL yang diajukan buruh dari 84 item termasuk pulsa tidak mendapat persetujuan sehingga jumlah KHL yang diajukan hanya 60 item.

    2. Buruh wanita menuntut parfum

    Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pernah menuntut parfum untuk masuk dalam komponen hidup layak (KHL). Buruh, khususnya buruh wanita menilai Parfum harus masuk hitungan karena telah menjadi kebutuhan pokok buruh.

    Selain itu, Parfum dinilai sebagai kebutuhan hidup yang bersifat kekinian.

    3. TV dan koran

    Pada aksi demo beberapa tahun lalu, buruh juga pernah meminta pemerintah untuk menyepakati penambahan jumlah komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) seperti pembelian TV dan koran. Mereka beralasan penambahan ini merupakan bagian dari upah yang layak dituntut buruh.

    4. Minta biaya rumah dan nonton bioskop

    Tuntutan lain yang sulit dikabulkan adalah menuntut penambahan jumlah komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) mulai dari biaya sewa rumah, kebutuhan karbohidrat, nonton biskop untuk buruh lajang, sampai konsumsi daging. Tentu saja tuntutan tersebut tidak bisa dipenuhi oleh pemerintah.

    Terkini