ISIS Klaim Penembakan di Pasar Natal Prancis

Jumat, 14 Desember 2018 | 10:11:39 WIB
ISIS mengklaim bertanggung jawab atas penembakan di pasar Natal di Strasbourg, Prancis, yang menewaskan tiga orang dan melukai belasan lainnya.

GILANGNEWS.COM - Kelompok teroris ISIS mengklaim bertanggung jawab atas penembakan di pasar Natal Kota Strasbourg, Prancis, pada Selasa (11/12) malam yang menewaskan tiga orang dan melukai belasan lainnya.

Media propaganda ISIS, Amaq, memberitakan bahwa sang pelaku merupakan salah satu anggota mereka.

"Pelaku serangan di Kota Strasbourg adalah salah satu tentara ISIS. Dia melancarkan operasi tersebut sebagai respons untuk menyerukan serangan yang menargetkan warga-warga negara yang tergabung dalam koalisi internasional melawan ISIS," bunyi pernyataan Amaq seperti dikutip AFP, Kamis (13/12).

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Sang pelaku diketahui bernama Cherif Chekatt berusia 29 tahun. Sumber kepolisian mengatakan dia ditembak dan dibunuh aparat di daerah Neudorf pada Kamis malam setelah menjadi buronan selama dua hari.

    Polisi Eropa bahkan turut dikerahkan untuk membantu pencarian Chekatt yang merupakan penduduk asli Strasbourg.

    Prancis adalah salah satu dari belasan negara yang tergabung dalam koalisi internasional untuk melawan ISIS di Suriah dan Irak. Koalisi yang dipimpin Amerika Serikat itu telah menggempur ISIS sejak 2014.

    Koalisi tersebut juga memberikan pelatihan serta dukungan lain bagi pasukannya untuk memerangi kelompok teroris tersebut.

    Prancis masih terus bersiaga tinggi menyusul serangan teror yang menerjang negara di Eropa Barat itu dalam beberapa tahun terakhir.

    Akibat penembakan ini, aparat Prancis memperketat pengamanan sejumlah lokasi-lokasi wisata, pasar, hingga kantor parlemen Eropa yang berbasis di Strasbourg.

    Pasukan militer unit anti-teror dan personel keamanan lainnya juga dikabarkan telah dikerahkan guna mengamankan Strasbourg pascapenembakan.

    Terkini