Uni Eropa Bantu Rp1,3 Miliar untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Ahad, 30 Desember 2018 | 11:40:22 WIB
Uni Eropa memberi dana bantuan sejumlah Rp1,3 miliar untuk para korban tsunami Selat Sunda.

GILANGNEWS.COM - Uni Eropa disebut memberikan bantuan kemanusiaan sebesar €80 ribu atau setara Rp1,3 miliar yang didedikasikan untuk para korban dan masyarakat yang terkena dampak bencana tsunami di pesisir Selat Sunda.

Melansir Antara, Minggu (30/12), dalam keterangan persnya Uni Eropa memaparkan bahwa masyarakat di Provinsi Banten, juga Lampung, akan menjadi penerima bantuan yang diprioritaskan. Tsunami yang terjadi di pesisir Selat Sunda tersebut menelan korban 431 orang meninggal, serta kerusakan infrastruktur.

Dana itu juga mendukung kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) yang berusaha mengadakan air bersih, selimut, tenda, pelayanan medis dan kesehatan serta membantu pengadaan mata pencaharian masyarakat yang hilang.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Melalui Departemen Operasi Perlindungan Sipil dan Bantuan Kemanusiaan (ECHO), Uni Eropa telah mengirimkan ahli bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak tsunami.

    Layanan pemetaan dari satelit Copernicus Uni Eropa juga disebutkan telah diaktivasi demi mengkaji kerusakan yang diakibatkan gelombang tsunami tersebut.

    Sebelumnya, dalam waktu enam bulan terakhir, Uni Eropa telah menggelontorkan masing-masing €650 ribu atau sekitar Rp10 miliar sebagai bantuan kemanusiaan pascagempa di Lombok yang menewaskan kurang lebih 500 orang serta kehancuran insfrastruktur pada Juli silam, serta €1,5 juta atau sekitar Rp24 miliar untuk mereka yang jadi korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah pada September kemarin.

    Dalam bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah itu, disebutkan lebih dari 2,100 orang meninggal dunia serta menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah.

    Terkini