Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
"Kasus DBD meningkat disebabkan karena curah hujan juga yang masih tinggi. Lingkungan yang tidak bersih dan perilaku masyarakat juga menentukan," ujar Lesty, Selasa (29/1).
Meski jumlah kasus DBD cukup tinggi, pemerintah provinsi belum menetapkan kasus tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Pemerintah mencatat DBD pada 2018 sebanyak 2.396 kasus. Dari jumlah itu 26 orang di antaranya meninggal dunia.
Berdasarkan data sementara, hingga Senin (27/1), sebanyak 99 kasus DBD terjadi di Palembang, 42 kasus di Banyuasin, 41 kasus di OKU Timur, 28 kasus di Ogan Ilir, 26 kasus di Musi Rawas, 25 kasus di Muara Enim, 25 kasus di Prabumulih, serta 21 kasus di PALI.
"Jumlah kasus kemungkinan masih bisa bertambah karena Januari masih belum berakhir dan kabupaten/kota masih menyusun untuk data selengkapnya," kata Lesty.
Selain itu juga ditemukan 18 kasus di Musi Banyuasin, 17 kasus di Pagaralam, 16 kasus di OKI, 10 kasus di Lubuk Linggau, 9 kasus di Lahat, 7 kasus di Empat Lawang, 6 kasus di OKU Selatan, 4 kasus di Musirawas Utara, dan 1 kasus ditemukan di Kabupaten OKU.
Dinas Kesehatan Sumsel mengirim edaran ke kabupaten/kota untuk mengantisipasi DBD dengan cara membantu menyebarkan larvasida dan alat fogging di setiap daerah.
"Yang terpenting terapkan pola hidup sehat serta konsultasi ke fasilitas pelayanan kesehatan jika ada gejala DBD. Bersihkan lingkungan dari air menggenang," ujarnya.
Lesty mengatakan pada November 2018, Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes terkait antisipasi DBD oleh pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota. Penyakit ini rawan ditemukan saat musim penghujan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Fery Yanuar, mengatakan meningkatnya kasus DBD tidak hanya dikarenakan siklus musim, melainkan juga disebabkan faktor lingkungan.
Menurut dia, jenis penyakit ini akan sangat mudah tersebar di lingkungan yang kotor/kumuh pada genangan air.
Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk, memelihara ikan tempalo, menggunakan larvasida untuk membunuh jentik nyamuk dan mengaktifkan 3M, dan secepatnya mendatangi puskesmas atau rumah sakit jika sudah ada gejala DBD.
Terkini
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:59:13 WIB
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:52:36 WIB
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:47:36 WIB
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:43:55 WIB
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:40:01 WIB
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:57:25 WIB
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:51:09 WIB
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:48:00 WIB
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:39:32 WIB
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:34:59 WIB