GILANGNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano meyakini pengeboman gereja di pulau Jolo, Mindanao pada akhir pekan lalu dilakukan oleh suami istri asal Indonesia.
Pengeboman itu terjadi pada Minggu (27/1) pagi, tepat saat misa pertama selesai dilaksanakan. Bom kedua lantas meledak sesaat setelah tentara merespons ledakan pertama.
Kejadian di Mindanao yang dikenal sebagai basis militan Islam itu menewaskan 22 orang serta melukai lebih dari 100 orang, termasuk warga sipil dan tentara. Kelompok militan ISIS sudah mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman tersebut.