GILANGNEWS.COM - Otoritas Filipina mengundang pegiat HAM lokal dan internasional untuk membantu investigasi peristiwa bom gereja. Pegiat HAM diundang agar penyelidikan berjalan secara transparan.
"Saya meminta kelompok-kelompok HAM untuk datang ke sini melakukan sebuah pencarian fakta yang independen. Saya khawatir pengeboman itu dapat ditutup-tutupi," demikian pernyataan Wali Kota Jolo, Kherkar Tan, lewat keterangan yang disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Selasa (5/2/2019).
Tan menyampaikan hal itu dalam sebuah wawancara dengan media Inquirer pada Minggu (3/2).