Kemenlu Sebut Tak Ada Nelayan Indonesia Diculik Abu Sayyaf

Rabu, 19 Juni 2019 | 19:06:26 WIB
Ilustrasi gedung Kementerian Luar Negeri Indonesia.

GILANGNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri menyatakan tidak ada warga Indonesia di antara 10 nelayan yang diculik di lepas pantai Kalimantan, tepatnya perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia, Selasa (18/6). Juru bicara Kemenlu, Arrmanatha Nasir, menuturkan 10 sandera yang diculik seluruhnya diyakini merupakan warga Filipina.

"Informasi yang kami terima, ada 12 nelayan di dalam kapal ikan tersebut. Dua nelayan berhasil lolos, 10 lainnya ditahan. Sepuluh nelayan itu diyakini warga negara Filipina, tidak ada WNI," kata Arrmanatha dalam jumpa pers di Gedung Kemenlu, Jakarta, Rabu (19/6).

Kelompok bersenjata yang diyakini merupakan militan Abu Sayyaf dilaporkan memboyong para nelayan yang ditawan itu ke sebuah pulau di selatan Filipina.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Para penyandera dilaporkan membawa senjata berat saat menculik para nelayan. Kelompok itu tiba-tiba mencegat dua kapal nelayan yang tengah berlayar di lepas pantai timur Sabah pada Selasa dini hari.

    Hingga kini, belum jelas kondisi dari 10 nelayan yang disandera tersebut.

    Filipina bagian selatan merupakan basis dari banyak kelompok bersenjata, termasuk Abu Sayyaf, yang terkenal kerap menculik awak buah kapal dan orang asing untuk meminta tebusan.

    Abu Sayyaf, yang telah menyatakan sumpah setia kepada kelompok teroris ISIS, juga pernah menculik puluhan anak buah kapal asal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

    Sejak 2016, sebanyak 36 WNI pernah disandera kelompok bersenjata tersebut. Seluruhnya sudah berhasil dibebaskan.

    Terkini