GILANGNEWS.COM - Pemerintah Iran memprotes Amerika Serikat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait insiden pesawat nirawak (drone) yang ditembak jatuh pada Kamis (20/6) kemarin. Iran menyatakan mereka melakukan itu karena dianggap tindakan provokatif dan membahayakan.
"Drone itu melakukan operasi intelijen dan melanggar hukum internasional," kata Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi, seperti dilansir media, Jumat (21/6).
Protes itu disampaikan Ravanchi melalui surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dan Dewan Keamanan PBB.