GILANGNEWS.COM - Fenomena oposisi Saturnus yang bisa diamati dari Bumi mulai malam ini (9/7) hingga September akan membuatnya tampak bersinar putih kekuningan dengan kecerahan sedang.
Saturnus akan terbit di ufuk timur pada saat matahari tenggelam dan akan terus menanjak saat tengah malam. Ketika matahari terbit keesokan harinya, Saturnus akan mulai tenggelam.
Pada posisi berlawanan dengan matahari, Saturnus dalam posisi pengamatan terbaik sepanjang malam. Posisi ini biasa disebut oposisi Saturnus karena Bumi tengah mengorbit di antara matahari dan Saturnus atau singkatnya matahari-Bumi-Saturnus tampak berbaris lurus di bidang tata surya.