300 Siswa Korban Kekerasan Seksual di Sekolah Nigeria Diselamatkan

Ahad, 29 September 2019 | 10:15:22 WIB
Siswa korban pelecehan seksual di Nigeria.

GILANGNEWS.COM - Polisi berhasil membebaskan 300 siswa yang jadi korban kekerasan di sebuah sekolah asrama Islam (boarding school) di Nigeria, Kaduna. Ratusan siswa yang ada di sekolah itu disebutkan dalam kondisi kaki terikat rantai besi.

Dilansir AFP, Jumat (23/9/2019), polisi menggerebek sebuah gedung di kawasan Kaduna pada Kamis (22/9). Saat penggerebekan, polisi mengatakan para korban dalam kondisi sangat tidak manusiawi.

"Kami menemukan sekitar 100 siswa dalam keadaan diikat rantai di sebuah ruangan kecil. Di antara mereka ada yang masih berusia 9 tahun. Mereka dikurung di sana dengan alasan untuk belajar dan menjadikan mereka orang yang bertanggung jawab," kata juru bicara kepolisian negara Kaduna Yakubu Sabo.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Sekolah tersebut disebutkan telah beroperasi selama 10 tahun. Para siswa yang masuk ke sekolah itu kebanyakan sengaja didaftarkan orang tua untuk mendalami Alquran dan direhabilitasi dari penyalahgunaan narkoba serta penyakit lainnya.

    Pemilik sekolah dan enam staf pun ditangkap dalam penggerebekan itu. Para siswa yang berhasil diselamatkan kebanyakan memiliki bekas luka di punggung dan mengamalami cedera serius.

    "Mereka mengalami kekerasan seksual. Di antara mereka mengaku disodomi oleh para guru," ujar Sabo.

    Penggerebekan ini berawal dari informasi yang diterima polisi dari warga sekitar. Banyak warga yang curiga dengan aktivitas di dalam sekolah.

    Personel kepolisian pun menemukan 'ruang penyiksaan' di dalam sekolah. Di dalam ruangan itu, para siswa dirantai, digantung, dan dipukuli.

    Terkini