Dunia

Terinfeksi Corona, Kakek-Nenek Ini Meninggal Sambil Berpegangan Tangan

Ilustrasi.
Loading...

GILANGNEWS.COM - Sepasang kakek dan nenek di Texas, Amerika Serikat (AS), bisa tetap berdampingan saat keduanya sama-sama terinfeksi virus Corona (COVID-19). Pasangan yang telah menikah selama 53 tahun ini, meninggal dunia sambil berpegangan tangan, dengan selang waktu kurang dari satu jam.

Pada Jumat (3/7/2020), Curtis (79) dan Betty Tarpley (80) bertemu sejak sekolah menengah sebelum berpacaran dan menikah. Keduanya telah menikah selama 53 tahun saat pandemi Corona merajalela di AS.

Dituturkan anak keduanya, Tim, kepada KTVT yang dimiliki CBS bahwa sang ibunda, Betty, merupakan yang pertama terinfeksi virus Corona di Texas. Tim menuturkan bahwa dirinya membawa ibundanya ke rumah sakit setelah sang ibunda menunjukkan gejala-gejala virus Corona.

Beberapa saat kemudian, sang ayah, Curtis, juga dinyatakan terinfeksi Corona. Tidak diketahui pasti dari mana keduanya tertular virus Corona.

Loading...

Curtis dan Betty dirawat di rumah sakit yang sama, namun ditempatkan di kamar yang berbeda. Pada suatu hari, Betty memberitahu anaknya bahwa dia sudah siap untuk pergi.

"Ibu menghubungi saya dan berkata, 'Hei, saya hanya ingin kamu tahu, saya siap untuk pergi...' Saya berteriak dan menjerit, dan berpikir mungkin jika saya bicara dengan ibu, saya bisa menginspirasinya untuk memiliki sedikit keinginan terakhir untuk tetap hidup," tutur Tim.

Tim kemudian menghubungi ayahnya, yang bertanya bagaimana kondisi istrinya yang dirawat di kamar lain di lantai yang berbeda.

"Ayah bertanya 'Bagaimana kondisi ibumu?' Saya berkata 'Tidak baik. Dia mungkin tidak bisa melewati hari esok.' dan situasinya seperti, pada saat itu mengetahui ibu saya akan pergi, tidak apa-apa bagi ayah untuk pergi," ujarnya.

Kemudian, sebut Tim, ada seorang pekerja medis dari Texas Health Harris Methodist Hospital, yang belum pernah ditemui oleh Tim sebelumnya, menawarkan bantuan untuk mempersatukan ayah dan ibunya pada saat-saat terakhir mereka. Tim sangat bersyukur atas bantuan pekerja medis ini.

"Ada seorang dokter atau perawat bernama Blake... itu yang kami ketahui tentangnya. Dia sungguh-sungguh berusaha agar ibu saya bisa dipindahkan dari kamarnya ke kamar ayah. Dan kemudian mereka meletakkan tangan mereka saling berdekatan dan hal selanjutnya yang kami tahu, mereka saling berpegangan tangan. Dan begitulah cara mereka pergi," ucap Tim menceritakan momen kepergian kedua orang tuanya.

Betty meninggal dunia terlebih dulu, sebelum disusul oleh Curtis sekitar kurang dari satu jam kemudian.

Tim berterima kasih kepada sosok pekerja medis yang membantu ayah dan ibunya bersama pada saat-saat terakhir. "Masih ada banyak, Anda tahu, pahlawan tak terlihat seperti itu yang membantu memfasilitasi akhir kisah mereka," imbuhnya.


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar