Riau

Hasil Autopsi, Pengusaha Rental Mobil M Alhadar Tewas Dibunuh

Loading...

GILANGNEWS.COM - Tim Forensik dan DVI sudah melakukan autopsi terhadap jasad M Alhadar (28), pengusaha rental mobil yang ditemukannya tewas setelah satu pekan menghilang. Alhadar meninggal karena pembunuhan.

"Dari fakta pemeriksaan, jenazah tersebut terindikasi tidak wajar atau korban tindak pidana," ujar Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru, AKBP drg Agung Hadi Wijanarko Sp.BM, melalui Kasubbid Dokpol, Kompol Supriyanto, Rabu (23/9/2020).

Namun, Supriyanto belum bisa menjelaskan secara rinci di mana lokasi luka, dan jenis kekerasan yang menyebabkan meninggalnya korban. Pasalnya, kasus masih dalam proses penyelidikan.

"Secara spesifik belum dapat kami jelaskan mulai lokasi luka, jenis kekerasan dan sebab matinya karena menunggu proses penyelidikan penyidik. Takut mengganggu proses penyelidikan tersebut," jelas Supriyanto.

Loading...

Mayat Alhadar ditemukan pertama kali oleh warga bernama Hari Surasman di dalam sumur di Jalan Perawang-Siak, Dusun Sekar Mayang, Kampung Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Senin (21/9/2020) pukul 16.00 WIB.

Ketika ditemukan, mayat korban dalam posisi tertelungkup di sumur dan ditutupi semak-semak. Sesosok mayat tersebut menggunakan celana pendek di bawah lutut dan baju koko warna coklat tua.

Mirisnya, tangan korban diarahkan ke depan dan diikat dengan tali tambang warna hijau tua. Mulut korban disumpal dengan handuk dan kepala korban ditutup kain celana jenis jeans.

Supriyanto mengatakan, ketika ditemukan kondisi jenazah sudah mulai membusuk. "Jenazah yang kami autopsi sudah dalam keadaan mengalami proses pembusukan ini teridentifikasi atas nama M Alhadar, 28 tahun. Berdasarkan data propertis dan data medis," jelas Supriyanto.

Sebelum dikabarkan hilang, korban mendapat orderan dari seseorang untuk merental mobil korban selama tiga hari ke Koto Gasib pada 14 September 2020. Namun hingga beberapa hari, korban tak kunjung pulang ke rumahnya.

Terakhir, kendaraan korban terlacak GPS pada 15 September 2020. Setelah itu korban tak bisa dihubungi dan telepon selularnya tidak aktif.

Istri korban, Tutut Winarti, mengunggah kabar Kehilangan suaminya di media sosial. Ia pun melapor ke Polsek Tenayan Raya pada Ahad (20/9/2020) agar dilakukan penyelidikan hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal.


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar