Nasional

Ancaman Nyata Tsunami di Selatan Jawa, 11 Kejadian dalam 2 Abad Terakhir

Ilustrasi.
Loading...

GILANGNEWS.COM - Sisi selatan pantai Jawa dibayangi potensi tsunami setinggi 14 - 20 meter dari sumber gempa besar (megathrust) pada masa mendatang. Skenario terburuk itu terjadi, andaikata semua segmen-segmen megathrust di sepanjang Jawa pecah secara bersamaan.

Ancaman bencana itu muncul ke permukaan setelah Peneliti ITB Sri Widiyantoro membuat sejumlah pemodelan untuk menilai bahaya inundasi atau fenomena banjir di kawasan pesisir akibat pasang/surut air laut. Dari hasil pemodelan, kawasan selatan pantai Jawa Barat dan Jawa Timur kan kena dampak tsunami.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat sejak tahun 1818 telah terjadi 11 kali tsunami di sisi selatan pantai Jawa.

Dimulai dari Tsunami Banyuwangi (1818), Tsunami Bantul (1840), Tsunami Tulungagung (1859), Tsunami Kebumen (1904), Tsunami Jember (1921), Tsunami Pangandaran (11/09/1921) , Tsunami Banyuwangi (1925) , Tsunami Purworejo (1957), Tsunami Banyuwangi (03/06/1994), Tsunami Pangandaran (17/7/2006), Tsunami Jawa Barat Selatan (02/09/2009).

Loading...

Kassubag Mitigasi Gempa PVMBG Akhmad Solihin mengatakan belasan kejadian tsunami tersebut dipicu oleh gempa bumi. "Itu khusus tsunami yg dipicu oleh gempa bumi," ucap Akhmad saat dihubungi, Sabtu (26/11/2020).

Menghadapi ancaman nyata bencana tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau agar warga di wilayah tersebut untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. "Potensi tsunami selalu ada dalam sejarah ribuan tahun Pulau Jawa, jadi kewaspadaan itu segera ditingkatkan. Kurangi pergerakan-pergerakan di wilayah itu yang tidak perlu," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu di Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (25/9).

Emil telah menginstruksikan kepada para kepala daerah di Jawa Barat untuk menetapkan siaga 1 jelang masuknya musim penghujan. Hal itu untuk mengantisipasi bencana hidrologis seperti banjir dan longsor.

"Sudah saya sampaikan waktu terjadinya banjir di Cicurug, saya sudah koordinasi kan lewat kepala BPBD dan Wagub agar kepala daerah di wilayah masing-masing siaga 1, karena musim hujan, satu bulan datang lebih cepat," ucap Emil.

Pemprov Jabar telah membuat sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya adalah menyiapkan cetak biru provinsi berbudaya tangguh bencana atau West Java Resilience Culture Province (JRCP)

Selain itu, upaya lainnya adalah memasang sistem peringatan dini (early warning system/EWS) yang dipasang di sepanjang pantai Jabar Selatan. Alat deteksi hasil kerjasama dengan BMKG itu, akan memberikan peringatan dini begitu terdapat anomali pergerakan air laut.

Peneliti ITB Sri Widiyantoro menjelaskan tinggi tsunami dapat mencapai 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur, dengan tinggi maksimum rata-rata 4,5 meter di sepanjang pantai selatan Jawa jika terjadi secara bersamaan.

Menurut Sri, riset tersebut berdasarkan hasil pengolahan data gempa yang tercatat oleh stasiun pengamat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan data Global Positioning System (GPS).

Diperoleh indikasi adanya zona dengan aktivitas kegempaan yang relatif rendah terhadap sekitarnya, yang disebut sebagai seismic gap, di selatan Pulau Jawa.

"Seismic gap ini berpotensi sebagai sumber gempa besar (megathrust) pada masa mendatang. Untuk menilai bahaya inundasi, pemodelan tsunami dilakukan berdasarkan beberapa skenario gempa besar di sepanjang segmen megathrust di selatan Pulau Jawa. Skenario terburuk, yaitu jika segmen-segmen megathrust di sepanjang Jawa pecah secara bersamaan," kata Sri, Kamis (24/9).


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar