Riau

Melawan!! M Noer Somasi Walikota Firdaus Gara-Gara Dicopot dari Komut BPR

Firdaus dan M Noer.
Loading...

GILANGNEWS.COM - Mantan Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru yang demosi sebagai Kepala Dinas Kesehatan, M Noer melayangkan somasi kepada Walikota Pekanbaru, Firdaus. Somasi yang dilayangkan M Noer ini akibat yang bersangkutan dicopot dari jabatan komisaris utama (Komut) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru.

Direktur Utama BPR Pekanbaru Akhmad Fauzi Lindung membenarkan bahwa M Noer sudah tidak lagi menjabat sebagai Komut. Pasalnya, pemberhentian M Noer sudah berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 6 Oktober lalu.

"Iya, berdasarkan RUPS LB tanggal 6 Oktober kemarin," kata Fauzi, Rabu (21/10/2020).

Masih dikatakan Fauzi, saat ini, Syahrul SE MM ditunjuk sebagai Komut dan Musalimin diajukan jadi Komisaris. Proses pengajuan fit dan proper di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Loading...

"Untuk mendapat persetujuan OJK dulu. Jadi sekarang posisi komut masih Kosong sampe fit dan proper OJK keluar," jelasnya.

Disinggung soal somasi M Noer MBS, Fauzi tidak menampik. "Ini jam 2 rapat membahas itu (Somasi) dengan bu asisten II di Tenayan," kata dia.

Ditempat terpisah, Kepala Bagian Humas Setda Kota Pekanbaru Mas Irba H Sulaiman saat dikonfirmasi mengaku sudah mendapat informasi tersebut. Ada beberapa pertimbangan Walikota mencopot M Noer MBS dari posisi Komut.

"Itu kan hak individu, artinya ada hak individu yang melekat pada diri masyarakat yang dia pergunakan haknya. Itu tidak masalah kita persilahkan. Dan kita hormati proses ketika yang bersangkutan mensomasi pemerintah Kota. Ingat yang disomasi ini Firdaus selaku Walikota," jelasnya.

Ia menyebutkan, pemerintah punya alasan untuk mencopot M Noer MBS dari jabatan Komut. "Kan gak ada ujug-ujug langsung (copot). Artinya ada pertimbangan dilakukan sehingga dijatuhkan (dicopot) oleh walikota terhadap yang bersangkutan," jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini kondisi Pekanbaru memerlukan perhatian khusus dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk dinas kesehatan sebagai ujung tombak penanganan Covid-19.

Lanjutnya, ketika yang bersangkut menjabat komut, itu juga memerlukan waktu yang tidak main-main. Mengelola salah satu unit usaha ekonomi permasyarakatan. 

"Tapi kan itu tidak kerja pokok yang bersangkutan. Artinya agar yang bersangkutan fokus menangani Covid-19," pungkasnya. 


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar