Nasional

Terbentur Penolakan, Fasilitas DPR Isoman di Hotel Kini Disebut Penjajakan

Gedund MPR/DPR (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Loading...

GILANGNEWS.COM - Sembilan fraksi di DPR RI tegas menolak fasilitas isolasi mandiri (isoman) di hotel bagi anggota dewan yang terpapar Corona. Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mengklaim fasilitas isoman di hotel untuk anggota dewan untuk jaga-jaga.

Fasilitas hotel isoman dinilai sudah sesuai dengan aturan yang ada, yakni surat Dirjen Pembendaharaan Negara S-369/PB/2020 dan S-308/PB/2020. Fasilitas hotel ini disebut bersumber dari anggaran perjalanan luar negeri yang tidak terpakai dan anggaran lain yang bersifat kontingensi.

"Iya (anggota DPR) termasuk staf, PNS, tanpa keluarga," kata Sekjen DPR Indra Iskandar kepada wartawan, Selasa (27/7/2021) lalu.

Indra mengatakan sebelumnya fasilitas isolasi itu disediakan di kompleks rumah dinas DPR di Kalibata. Namun ada komplain sehingga disediakan di hotel.

Loading...

"Jadi gini, ini kan intensitas anggota Dewan tinggi sekali di konstituen interaksinya. Jadi potensi terpapar itu tinggi, tentu ada beberapa anggota Dewan yang pernah saya ceritakan yang positif itu di kompleks Kalibata itu dikomplain karena berpotensi menularkan," ujarnya.

Fasilitas yang didapatkan oleh para anggota DPR selama isoman di hotel:

1. Makan tiga kali sehari (pagi, siang, dan malam)
2. Laundry tiga potong baju per hari
3. Free Wi-Fi dan parkir
4. Konsultasi dokter melalui telepon setiap hari (Dr Fahri dari Laboratorium Amelia Clinic dan Prolepsis)
5. Kunjungan dokter atau perawat 2-3 kali, dapat vitamin
6. Satu kali tes PCR (di hari ke-7)

Fasilitas hotel untuk isoman anggota DPR belum berjalan telah ditolak seluruh fraksi. Beragam alasan fraksi-fraksi menolak fasilitas hotel untuk isoman ini.

Pernyataan terbaru, Sekjen DPR Indra Iskandar mengatakan pihaknya belum secara pasti menyediakan fasilitas hotel itu. Indra mengatakan pihaknya baru sampai pada tahap persiapan dan hanya untuk berjaga-jaga saja.

"Seperti yang saya bilang pertama itu. Ini kan baru penjajakan. Apa yang mau dibatalkan? Dananya juga belum ada kok. Itu kan cuma untuk berjaga-jaga saja," kata Indra, kepada wartawan, Kamis (29/7/2021) kemarin.

Indra mengatakan DPR pun masih memiliki wisma yang belum terpakai. Jadi pihaknya akan fokus terlebih dahulu mempersiapkan wisma tersebut.

"Kan DPR masih punya wisma di Kopo dan itu selama ini sudah dimanfaatkan. Kami kan tetap fokus yang sedang berjalan di Wisma Kopo," ujarnya.


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar