GILANGNEWS.COM - Panitia Khusus (Pansus) Pemajuan Kebudayaan Melayu Riau melakukan studi banding ke Jawa Tengah. Studi tersebut dilakukan untuk melihat bagaiamana kebudayaan tetap bertahan di tengah zaman yang terus mengalami perkembangan.
Ketua Pansus Pemajuan Kebudayaan Melayu Riau DPRD Riau Edi Basri mengatakan, Perda Nomor 9 tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Melayu Riau dianggap sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.
"Karena sudah tidak relevan lagi, maka diubah sesuai dengan visi dan misi Pak Gubernur Riau sekarang, dalam kaitan untuk pemajuan Kebudayaan Melayu Riau," ujar Edi, Sabtu (10/5/2025).
Dengan adanya Perda, kata Edi, tentu akan memperkuat keberadaan Kebudayaan Melayu Riau di tengah perkembangan global saat ini dan tidak terkikis. Sehingga Kebudayaan Melayu Riau tetap eksis di tengah perkembangan global.
"Kita harapkan kebudayaan Melayu tetap menjadi simbol-simbol di tengah kehidupan kita. Salah satunya diberikan penguatan oleh Perda ini supaya simbol-simbol kemelayuan tetap dipegang teguh di tengah-tengah masyarakat," ungkapnya.
Ia mencontohkan seperti bangunan strategis di Riau yang memiliki simbol kemelayuannya. Termasuk juga hubungan sosial masyarakat serta prinsip-prinsip Budaya Melayu.
Kemudian, pihaknya juga ingin mengadopsi kebudayaan yang berlaku dibali. Di sana mereka menggunakan "Pecalang" yang bertugas sebagai keamanan masyarakat.
Menurutnya, Pecalang itu bisa dicontoh sebagai bukti bahwa masyarakat Riau masih berpegang teguh kepada Kebudayaan Melayu Riau.
"Sehingga ini bisa menjadi bagian dari generasi muda kita yang dimasukkan dalam lembaga yang nantinya disebut polisi adat," katanya.
Jadi polisi adat itu, jelas Edi, dalam konteks penegakkan Perda, mereka bisa bekerjasama dengan Satpol PP.
"Sementara dalam konteks pelaksanaan Undang-undang, mereka mungkin dengan kehutanannya, kepolisiannya. Jika terjadi pelanggaran oleh masyarakat, lembaga polisi adat ini kita kerjasamakan dengan pihak-pihak terkait," jelasnya.
Dia menyebut, maksud dan tujuannya adalah supaya polisi adat ini bisa terakomodir cara berkomunikasi yang baik sesuai dengan adat istiadat di Bumi Melayu.
Tulis Komentar