Ahok Bakal Bersihkan Mafia BUMN, Adhie Massardi: Kalian Pikir Polri dan Kejaksaan Sudah Memble?

Jumat, 22 November 2019 | 11:26:57 WIB
Potret Ahok mengenakan seragam Pertamina beredar.

GILANGNEWS.COM - Keberadaan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disebut perlu untuk memberantas mafia yang selama ini menggerogoti perusahaan plat merah.

Namun tidak semuanya beranggapan demikian. Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi heran dengan pihak-pihak yang seakan-akan memframing mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai penyelamat BUMN.

"Kok tega ya mereka bohongi rakyat demi dia (Ahok)? Katanya di Pertamina banyak mafia/bajingan maka perlu Ahok untuk bersihkan," kata Adhie dalam akun twitternya, Kamis (21/11).

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Alasan tersebut dinilai tak masuk akal. Sebab saat ini Indonesia memiliki perangkat hukum yang mumpuni untuk memberantas maafia BUMN seperti yang dituduhkan.

    "Kalau benar banyak penjahatnya, kenapa enggak kirim tim Polri dan Kejaksaan RI? Kalian pikir mereka (Polri-Kejaksaan) sudah memble?" tukasnya.

    Penunjukan Ahok belakangan memang menuai pro dan kontra. Bagi pihak yang kontra, sosok Ahok di BUMN akan cenderung membuat kegaduhan baru, sedangkan pihak yang pro beranggapan penunjukan tersebut perlu dilakukan sebagai upaya 'bersih-bersih' BUMN.

    Salah satu yang pro terhadap penunjukan Ahok adalah Ketua DPP Partai Hanura, Benny Ramdhani. Ia menyebut, penugasan Ahok bisa membersihkan BUMN lantaran memiliki sifat tegas.

    "Kita butuh sosok yang tegas, antikorupsi karena BUMN ini dikhawatirkan dikuasai oleh kelompok-kelompok yang kita sebut gangster ya, yang menjadikan BUMN ladang perampokan uang negara yang akhirnya merugikan," tutur Benny di Jakarta.

    Terkini