PAD Riau Triwulan I 2026 Tembus Rp733,74 Miliar, Alami Peningkatan Signifikan
GILANGNEWS.COM - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau dari sektor pajak mengalami peningkatan signifikan pada triwulan pertama tahun 2026.
Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, hingga 31 Maret 2026, realisasi pajak daerah tercatat mencapai Rp733,74 miliar atau 18,37 persen dari target APBD 2026 sebesar Rp3,99 triliun.
Angka tesebut meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp658,71 miliar atau 17,68 persen dari target.
Kepala Bapenda Provinsi Riau Ninno Wastikasari mengatakan, secara umum capaian pajak daerah Riau pada triwulan pertama 2026 menunjukkan tren yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi kinerja pendapatan daerah, terutama di tengah dinamika ekonomi dan konsumsi masyarakat.
"Kenaikan ini mencerminkan adanya perbaikan penerimaan di sejumlah sektor pajak, meskipun belum merata di semua jenis pajak," kata Ninno, Kamis (23/4/2026).
Ninno menjelaskan, peningkatan realisasi PAD tertinggi ditopanh dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Hingga akhir Maret 2026, realisasi PBBKB mencapai Rp349,4 miliar atau 24,03 persen dari target Rp 1,4 triliun, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp275,08 miliar atau 20,77 persen.
Selanjutnya, peningkatan pendapatan juga disumbang Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang mengalami peningkatan.
"Realisasi pajak BBNKB mencapai Rp146,01 miliar atau 16,69 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp134,95 miliar atau 15,42 persen," sebutnya.
Kemudian untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sendiri mengalami perlambatan. Diana sampai 31 Maret 2026, realisasinya tercatat Rp223,13 miliar atau 21,21 persen, menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp235,75 miliar atau 26,30 persen.
Sedangkan untuk Pajak Air Permukaan, hingga 31 Maret realisasi relatif stabil di kisaran 24 persen atau sekitar Rp12,98 miliar.
"Untuk pajak alat berat dan opsen mineral bukan logam dan batuan mulai menunjukkan kontribusi. Masing-masing terealisasi 13,48 persen dan 30,89 persen dari target," terangnya.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk taat membayar pajak tepat waktu. Pajak yang dibayarkan bukan sekadar kewajiban, tetapi menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Mulai dari infrastruktur jalan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan masyarakat," tutupnya.




Tulis Komentar