GBK Beri Syarat ke Anies untuk Gelar Formula E

Selasa, 11 Februari 2020 | 16:44:49 WIB
Formula E berpeluang digelar di GBK.

GILANGNEWS.COM - Direktur Utama Gelora Bung Karno (GBK) Winarto mengatakan pihaknya siap menggelar Formula E Jakarta dengan sejumlah syarat.

Salah satu syarat yang diminta GBK adalah Sirkuit Formula E nantinya tak akan menggunakan seluruh area dalam ring road Stadion GBK yang biasa digunakan masyarakat untuk berolahraga.

"Update terakhir rencana penyelenggaraan di Monas yang pada prinsipnya telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah melalui Kemensetneg, tentu ada hal-hal yang harus dipatuhi. Terutama soal cagar budaya, kami memantau dan berkomunikasi dengan rekan-rekan kami yang menyiapkan Formula E untuk diselenggarakan di Jakarta," ujar Dirut GBK Winarto.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Tim ini datang dengan satu alternatif trek, pitstop, garasi, dan ada E-Village. Trek ini ada di dalam kawasan GBK dan akan menggunakan lingkaran ring road stadion utama GBK," sambungnya.

    Semula penyelenggara Formula E berencana menggunakan area dalam Monas sebagai sirkuit. Namun, rencana tersebut mendapat tentangan dari Sekretariat Negara (Setneg). Setneg meminta Pemprov DKI cermat menggunakan Monas yang merupakan cagar budaya.

    "Concern utama pengelola GBK, kita tahu setiap hari kawasan GBK ini digunakan berbagai lapisan masyarakat olahraga. Begitu juga khususnya pada hari Jumat, orang berolahraga, Jumat sore, Sabtu Minggu paling ramai. Concern dari GBK adalah sebagai pengelola menyelenggarakan Formula E tetap di kawasan GBK tanpa mengorbankan berolahraga," ujar Winarto.

    "Dalam beberapa kali pertemuan tampaknya tim penyelenggara Formula E ini hanya punya satu pilihan, yaitu memasuki seluruh ring road SUGBK, kami minta dipikirkan kembali sebisa mungkin tidak mengambil area ring road tujuannya supaya bisa digunakan aktivitas masyarakat yang rutin olahraga," ucap Winarto.

    "Kami berikan alternatif. Kami sedang mengupayakan masih ada solusi, untuk jadi treknya tidak di dalam ring road, tapi keluar dari pagar stadion utama. Dengan tujuan bisa dipakai masyarakat dan untuk E-Village. Treknya ditarik di sisi di luar pagar. Kalau kami jalan di ring road, di luar pagar, kami persiapkan dengan memperhitungkan penyelenggaraan 6-8 Juni," ujar Winarto.

    "Kalau treknya di luar masih bisa dipergunakan dan di luar pitstop, dan ring road bisa digunakan untuk E-Village. Semoga ini bisa ada titik temu yang bisa diterima semuanya. Saya sudah komunikasi dengan Pak Sesmenpora, kami harapkan bisa ada solusi terbaik," sambungnya.

    Terkini