Wali Kota Tanjungpinang Positif Corona

Selasa, 14 April 2020 | 10:22:04 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - Wali Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau, Syahrul, dinyatakan positif terpapar virus corona (Covid-19) berdasarkan hasil tes polymerase chain reaction (PCR).

"Kasus baru di Kepri ada empat orang positif COVID-19, terdiri dari dua di Tanjungpinang dan dua di Batam. Inisial pasien S (Syahrul) dan P," kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, seperti dikutip media, Senin (13/4).

Dengan penambahan empat orang itu, total pasien positif di Kepri menjadi 27 orang.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Tjetjep mengatakan Syahrul dirawat di ruang isolasi di RSUP Kepri. Kondisi Wali Kota Tanjungpinang Syahrul relatif stabil, meski tubuhnya sudah dipasang ventilator. Alat itu untuk membantu pasien bernapas.

    "Kondisi terakhir Pak Syahrul, relatif stabil," katanya.

    Anggota keluarga Syahrul, kata Tjetjep, saat ini berstatus ODP.

    Tjetjep mengatakan Syahrul memiliki riwayat perjalanan ke Lampung dan Padang, sebelum dinyatakan positif Covid-19.

    "Tapi itu sudah lama, sekitar satu bulan yang lalu," kata Tjetjep.

    Tjetjep menyatakan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 akan menggali informasi tersebut untuk mencari kronologi Ketua DPD Gerindra Kepri itu terpapar COVID-19.

    "Kami akan mendeteksi lebih dalam lagi terkait riwayat perjalanan atau kontak dengan pasien positif, jika memang ada," tegasnya.

    Lanjut Tjetjep, terhadap pihak keluarga dan orang-orang yang pernah kontak dengan Wali Kota Tanjungpinang, jika tidak sakit atau tidak memiliki gejala COVID-19 maka akan dimasukkan sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP).

    "Mereka akan menjalani pemeriksaan, apakah itu rapid test atau swab," sebutnya.

    Terkini