Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
"Suami saya cerita, katanya ada yang mengetuk pintu. Suami saya mengira tamu datang untuk minta dipijat, begitu dibuka orang itu langsung menusukkan pisau ke arah perut," kata Yuni.
Saat itu korban memegang perut yang ditusuk pelaku hingga tangannya berlumuran darah. Tidak sampai di situ pelaku kembali mengarahkan pisaunya ke arah korban. Korban menangkis serangan itu dengan tangan kirinya.
"Pelaku ini menusuk lagi namun ditahan suami saya dengan tangan kiri. Akibatnya pisau tembus telapak tangan kiri, pelaku terus menusuk lagi kena pergelangan tangan sebelah kiri dan robek sampai terlihat tulangnya," ungkap Yuni menuturkan cerita suaminya.
Saat dalam keadaan panik, Suhendi berteriak minta tolong. Teriakan dia terdengar oleh warga, lalu pelaku kabur. Suhendi kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
"Saat warga datang pelaku sudah enggak ada, suami langsung tidak sadarkan diri, dia siuman sudah ada di rumah sakit," bebernya.
"Kalau kata suami saya di tusuk pakai pisau belati, penusukan di depan pintu, kecurigaan saya pelaku menusuk suami itu ada dendam karena dua tahun ke belakang suami ada masalah dengan pelaku," ucap Yuni.
Pihak RSUD Palabuhanratu menjelaskan bahwa korban mengalami luka tusuk sepanjang 3 sentimeter dengan lebar sekitar 2 sentimeter.
"Luka tusuk ada dua lokasi bagian perut sebelah atas satu, luka tembus di tangan sebelah kiri," ujar Teja, dokter jaga RSUD Palabuhanratu.
Kurang dari 24 jam, polisi menangkap pelaku penusukan terhadap Suhendi. Pelaku merupakan sepupu korban.
Pelaku inisial S alias Cacing. Dia ditangkap setelah seorang polisi merespons komunikasi radio sesama rekannya yang mendapat laporan dari masyarakat.
"Anggota piket masing-masing Kasium, Kanit Intel dan seorang Banpol melakukan pengejaran. Info posisi pelaku juga termonitor oleh anggota yang kebetulan saat itu berada di rumahnya yang tidak jauh dari lokasi pelaku berada, dia merespons komunikasi radio," kata Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif, Minggu (5/7/2020).
Usai dibekuk polisi, pelaku saat itu juga langsung dibawa ke Mapolres Sukabumi untuk diamankan dan dimintai keterangan. "Khawatir ada aksi main hakim sendiri pelaku langsung dibawa ke Mapolres saat itu juga," ucap Lukman.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila menambahkan pelaku masih berstatus sepupu korban. Dugaan sementara pelaku diduga dendam terhadap korban.
"Pelaku masih dalam pemeriksaan unit Reskrim Polres Sukabumi guna mendalami motif dan alasan pelaku yang berstatus sepupu korban. Hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku melakukan itu dendam terhadap korban. Rencananya kami akan cek TKP, memeriksa para saksi dan cek kondisi korban yang saat ini masih di rumah sakit," ujar Rizka.
Terkini
Senin, 19 Januari 2026 | 14:46:34 WIB
Ahad, 18 Januari 2026 | 17:46:42 WIB
Ahad, 18 Januari 2026 | 17:40:21 WIB
Ahad, 18 Januari 2026 | 17:37:45 WIB
Ahad, 18 Januari 2026 | 17:33:35 WIB
Ahad, 18 Januari 2026 | 17:27:33 WIB
Ahad, 18 Januari 2026 | 17:21:58 WIB
Ahad, 18 Januari 2026 | 17:17:04 WIB
Ahad, 18 Januari 2026 | 17:13:22 WIB
Ahad, 18 Januari 2026 | 15:35:32 WIB