GILANGNEWS.COM - Jelang tutup buku, realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau tahun 2020 untuk keuangan baru 54,61 persen atau Rp5,6 triliun lebih dari pagu Rp8,7 triliun lebih. Sedangkan realisasi fisik 91,69 persen.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Yan Prana Jaya mengatakan, rendahnya realisasi keuangan disebabkan banyaknya rekanan yang belum mengambil uang kegiatan.
"Kuncinya itu di Dinas PUPR. Kalau di PUPR tinggi, maka tinggi pula realisasi keuangan. Tapi masalahnya banyak rekanan belum mengambil uang kegiatan," katanya.