GILANGNEWS.COM - Kondisi ekonomi yang sulit saat ini banyak dimanfaatkan oknum pelaku investasi bodong menipu masyarakat. Mereka mengiming-imingi warga berinvestasi dengan janji keuntungan tinggi dan instan.
"Penawaran investasi bodong yang semula dilakukan melalui tatap muka, saat ini mulai beralih ke media online sehingga lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya," ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau Yusri, Sabtu (13/3/2021).
Ia mengatakan, target korban investasi bodong pun sudah merambah ke seluruh lapisan ekonomi masyarakat. Dengan banyaknya penawaran investasi bodong yang sangat murah dan mudah, mulai banyak menjaring masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.