Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
"Informasinya ada 1.500-2.000 dari Pemuda Pancasila yang bergerak dari Kuningan ke DPR," jelas Guntur.
Titik kumpul massa di sekitar GBK Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat. Massa nantinya akan long march dari GBK ke DPR.
"Dari GBK mereka akan long march ke DPR. Kita atur supaya pengguna jalan lain juga tidak terganggu," jelasnya.
Lebih lanjut Guntur mengatakan pengalihan lalu lintas diberlakukan situasional.
"Belum ada penutupan, situasional saja," imbuhnya.
Pantauan dari media Kamis (25/11/2021) pukul 10.15 WIB tampak sejumlah petugas kepolisian berjaga di depan gedung DPR-MPR. Terlihat 3 kendaraan taktis polisi terparkir tepat di depan pintu masuk kantor DPR-MPR dari arah Jalan Gatot Subroto.
Belum tampak kawat berduri yang disiagakan di sekitar lokasi. Petugas kepolisian tampak berjaga di sekitar kantor DPR-MPR hingga di sekitar trotoar di Jalan Palmerah Timur.
Arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau ramai lancar. Belum ada penutupan maupun pengalihan lalu lintas.
Pemuda Pancasila Tuntut Junimart Girsang Minta Maaf
Adapun demo hari ini digelar Pemuda Pancasila untuk menuntut politikus PDI Perjuangan (PDIP) Junimart Girsang meminta maaf.
"Imbauan MPN Pemuda Pancasila agar tetap melaksanakan aksi sampai Junimart Girsang meminta maaf di media cetak, online dan TV," kata Sekretaris Jenderal MPN Pemuda Pancasila, Arif Rahman, dalam keterangannya, Kamis (25/11/2021).
Aksi akan dilakukan hari ini. Mereka akan kumpul di kawasan Mampang, Jakarta Selatan (Jaksel), kemudian bergerak ke gedung DPR di Jalan Gatot Subroto.
Arif menyampaikan kader PP di daerah lain bisa menggelar aksi serupa dengan sasaran gedung DPRD. Arif mengingatkan agar aksi diakhiri pada pukul 16.00 waktu masing-masing wilayah.
Junimart Minta Maaf
Sebelumnya, Junimart meminta Kemendagri mulai mengingatkan kedua ormas yang terlibat bentrokan di Ciledug, Tangerang, yaitu PP dan Forum Betawi Rempug (FBR). Sebab, menurut dia, kedua ormas itu kerap meresahkan masyarakat dengan bentrokan di jalan.
Dia juga meminta pemerintah tegas mengambil sikap dengan tidak memperpanjang izin kedua ormas itu jika masih menimbulkan keresahan.
"Apabila masih tetap menimbulkan keresahan di masyarakat, tentu Kemendagri bisa mencabut izin dari ormas itu atau tidak memperpanjang perizinannya. Ini sudah pernah dilakukan oleh Kemendagri dengan tidak memperpanjang izin ormas FPI, dll. Pemerintah harus tegas apalagi di masa pandemi ini kita fokus terhadap pencegahan, penyebaran virus COVID-19 dan pemulihan ekonomi," ujarnya.
Pernyataan itu kemudian diprotes oleh Pemuda Pancasila. Hingga Junimart meminta maaf dan permintaan maaf itu diucapkan kepada awak media.
"Namun demikian, apabila saya dipersalahkan karena tanggapan itu, sebagai manusia beriman saya minta maaf kepada keluarga besar PP," kata Junimart kepada wartawan di kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat (Jakpus), Rabu (24/11/2021).
Terkini
Kamis, 15 Januari 2026 | 22:45:10 WIB
Kamis, 15 Januari 2026 | 14:23:47 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 22:06:44 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:59:01 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:51:32 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:48:09 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:36:04 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:30:30 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:24:30 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:16:39 WIB