RIAU

DPRD Pekanbaru Soroti PKL Makin Marak, Minta Penertiban Tak Hanya di HR Soebrantas

Zulfan Hafiz

GILANGNEWS.COM - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Zulfan Hafiz menyoroti semakin maraknya aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di berbagai titik di Kota Pekanbaru. Ia menilai, penertiban tidak boleh hanya terfokus pada ruas jalan tertentu, melainkan harus dilakukan secara menyeluruh di sejumlah kawasan yang kini dipenuhi lapak pedagang.

Menurutnya, selain di Jalan HR Soebrantas, sejumlah lokasi lain seperti Jalan Kartini, Samping Mal SKA dan kawasan sekitar Masjid An-Nur juga menjadi titik yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah kota.

Ia menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan sehingga terkesan dibiarkan tanpa penataan yang jelas.

“Penertiban PKL ini jangan hanya di satu dua ruas jalan saja. Banyak titik lain yang juga perlu ditertibkan, seperti di Jalan Kartini dan sekitar Masjid An-Nur. Ini harus jadi perhatian bersama,” ujar Zulfan, Jumat (17/4/2026).

Ia menilai, Pemerintah Kota (Pemko) seharusnya hadir secara aktif dalam mengatur keberadaan PKL, bukan sekadar membiarkan kondisi berjalan tanpa kontrol. Ia mengibaratkan situasi saat ini seperti autopilot, siapa saja bebas berjualan di mana saja tanpa aturan yang tegas.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak keberadaan PKL. Justru sektor tersebut merupakan bagian penting dari ekonomi masyarakat yang harus didukung dan dibina dengan baik.

“Kita bukan alergi dengan PKL. Tapi harus ditertibkan. Jangan sampai mereka berjualan di badan jalan atau trotoar, karena itu mengganggu estetika kota dan juga melanggar aturan yang sudah ada,” jelasnya.

Ia mendorong Pemko Pekanbaru untuk menyediakan ruang dan fasilitas khusus bagi PKL, termasuk menyiapkan lahan yang layak serta sarana dan prasarana pendukung.

Selain itu, Politisi Nasdem ini juga mengusulkan adanya program pembiayaan seperti pinjaman tanpa bunga untuk membantu para pedagang mengembangkan usahanya.

“Pemerintah harus siapkan tempatnya, fasilitasi sarana dan prasarana, bahkan kalau bisa beri pinjaman tanpa bunga. Jangan biarkan mereka berjualan di jalan,” tambahnya.

Zulfan juga mengingatkan bahwa Pekanbaru tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, sehingga sektor jasa dan perdagangan menjadi tumpuan utama ekonomi daerah.

“Pekanbaru ini kan tidak punya sumber daya alam. Salah satunya cuma menjadi sumber daya manusia, termasuk visi-misi kita hari ini adalah pusat jasa dan perdagangan. Nah, makanya PKL ini dibina disiapkan sarananya, siapkan lahannya, dan kasih pinjaman,” pungkasnya.


 


 


 


Tulis Komentar