Nyaris Bentrok! Pemuda Pancasila vs Grib Jaya di Kampar, Dipicu Sengketa Lahan

Sabtu, 01 Februari 2025 | 22:46:55 WIB
Dansat Brimob Polda Riau, Kombespol Dwi Yanto Nugroho, S.IK., M.Han, tiba di lokasi dan langsung melakukan mediasi antara kedua belah pihak. (FOTO: oketimes.com)

GILANGNEWS.COM - Ketegangan nyaris pecah di Desa Pandau Jaya, Kabupaten Kampar, Jumat (31/1/2025) malam, saat dua organisasi masyarakat (ormas), Pemuda Pancasila dan Grib Jaya, hampir terlibat bentrok. Perselisihan ini dipicu sengketa lahan seluas 7 hektare di Jalan Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, yang pengelolaannya diklaim oleh kedua pihak. 

Kapolsek Bukit Raya Kompol Syafnil mengungkapkan bahwa Grib Jaya Riau mendapat kuasa untuk menyelesaikan sengketa tersebut, namun situasi di lapangan memanas hingga nyaris berujung konfrontasi.

“Sebelumnya, Grib Jaya sudah memperoleh informasi bahwa sebagian lahan itu milik Ketua Pemuda Pancasila Riau, Anto Rachman. Ketua Grib Jaya Riau kemudian menghubungi Anto Rachman, dan yang bersangkutan menyatakan tidak memiliki lahan di lokasi tersebut,” ujar Kompol Syafnil, Sabtu (01/02/2025).

  • Baca Juga Istri Sah Pegawai Imigrasi Pekanbaru Curhat Pilu: ''Apa Salah Saya?''
  • Baca Juga Viral! Skandal ASN Imigrasi Pekanbaru, Kantor Imigrasi Akhirnya Angkat Bicara
  • Baca Juga Cinta Terlarang Pegawai Imigrasi Pekanbaru, Digerebek Pasangan Sah Di Lampu Merah
  • Baca Juga Viral Foto Syur Ketahuan Suami, Ungkap Kisah Perselingkuhan IstrI
  • Namun, setelah anggota Grib Jaya Riau melakukan pemagaran dan penguasaan lahan, kuasa hukum Anto Rachman serta beberapa anggota Pemuda Pancasila datang dan menyatakan bahwa 2 hektare dari lahan tersebut adalah milik Anto Rachman.

    Di lahan itu juga terdapat bangunan rumah dan warung harian, serta plang milik Kantor Hukum/Advokat Ikhsan SH CLA CPM, yang mengamankan kepemilikan lahan tersebut.

    Saat upaya komunikasi dilakukan, tidak ada perwakilan dari kedua ormas yang dapat memberikan keputusan atau menjelaskan dasar hukum kepemilikan lahan. Hal ini kemudian memicu keributan di lokasi.

    Beruntung, aparat kepolisian segera turun ke lokasi setelah menerima laporan warga dan berhasil meredam.

    Kapolsek Bukit Raya menyatakan, penyelesaian masalah lahan ini akan dilakukan melalui pertemuan atau mediasi yang diinisiasi oleh Kapolda Riau. Mediasi dijadwalkan berlangsung pada Senin (3/2/2025), dengan menghadirkan perwakilan bidang hukum dari Pemuda Pancasila dan Grib Jaya.

    “Dalam pertemuan ini, Grib Jaya berkomitmen menjaga kondusivitas kamtibmas di Riau. Kami berharap mediasi ini dapat menemukan titik temu yang disepakati oleh kedua belah pihak,” ujar Kompol Syafnil.

    Dalam silaturahmi yang digelar di Warung Bang Ren, Jalan Datuk Setia Maharaja, Pekanbaru, Ketua Penasehat DPD Grib Jaya Riau Taufik Tambusai, memastikan tidak akan ada bentrokan.

    “Seluruh anggota Grib Jaya Riau sudah memahami duduk permasalahan yang sebenarnya. Saat ini, kondisi sudah kondusif,” kata dia.

    Kapolsek juga mengingatkan seluruh anggota Grib Jaya Riau agar menahan diri dan tidak terprovokasi. Ia menegaskan, persoalan kepemilikan lahan sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum agar memiliki legalitas yang sah, tanpa perlu membawa massa ke lapangan yang justru dapat memicu permasalahan baru.

    “Kami mengimbau kedua belah pihak, terutama Grib Jaya, untuk menempuh jalur hukum demi kepastian kepemilikan lahan ini,” tutup Kompol Syafnil.**

    Halaman :

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB