Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat
GILANGNEWS.COM - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Provinsi Riau pada awal tahun 2026 menunjukkan tren fluktuatif dengan kecenderungan menguat.
Hal ini terungkap dalam rapat perdana penetapan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Riau periode pertama tahun 2026 yang digelar bersama perusahaan sumber data penetapan harga, Selasa (13/1/2026).
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Defris Hatmaja, mengatakan harga CPO yang dilaporkan perusahaan-perusahaan mitra menjadi indikator penting dalam penentuan harga TBS petani di awal tahun.
"Secara umum, harga CPO di Riau masih berada pada level yang cukup baik. Ada perusahaan yang mengalami kenaikan signifikan, meski sebagian lainnya juga mencatatkan penurunan," kata Defris.
Berdasarkan data yang dihimpun, harga CPO tertinggi dilaporkan oleh sejumlah unit PTPN IV Regional III, yakni sebesar Rp14.291,67 per kilogram, mengalami kenaikan Rp110,11 dibandingkan periode sebelumnya.
"Harga ini menjadi acuan tertinggi dalam rapat penetapan tersebut," ujarnya.
Sementara itu, harga terendah tercatat pada PT Meganusa Intisawit dengan nilai Rp13.713,56 per kilogram, mencerminkan masih adanya disparitas harga antar perusahaan pengolah CPO di Riau.
Defris menjelaskan, perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kualitas CPO, biaya produksi, hingga kondisi pasar global.
Dia menjelaskan, bahwa data yang disampaikan perusahaan akan diverifikasi secara transparan sebelum dijadikan dasar penetapan harga TBS sawit untuk petani.
"Rapat penetapan ini menjadi komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keadilan harga, baik bagi petani maupun perusahaan," ujarnya.
Selain PTPN IV, beberapa perusahaan swasta juga melaporkan kenaikan harga, seperti PT Rigunas Agri Utama dan PT Graha Permata Hijau. Namun, terdapat pula perusahaan yang mengalami koreksi harga cukup dalam, seperti PT Eka Dura Indonesia dan PT Sari Lembah Subur.
Berikut Daftar Harga CPO Perusahaan Sumber Data di Riau Awal 2026:
1. PTPN IV Regional III Sei Buatan – Rp14.291,67 (naik Rp110,11)
2. PTPN IV Regional III Sei Tapung – Rp14.291,67 (naik Rp110,11)
3. PTPN IV Regional III Sei Intan – Rp14.291,67 (naik Rp110,11)
4. PTPN IV Regional III Tanah Putih – Rp14.291,67 (naik Rp110,11)
5. PTPN IV Regional III Lubuk Dalam – Rp14.291,67 (naik Rp110,11)
6. PTPN IV Regional III Sei Garo – Rp14.291,67 (naik Rp110,11)
7. PT Buana Wiralestari Mas – Rp14.098,00
8. PT Ramajaya Pramukti – Rp14.098,00
9. PT Meganusa Intisawit – Rp13.713,56
10. PT Eka Dura Indonesia – Rp14.005,00 (turun Rp446,00)
11. PT Kimia Tirta Utama – Rp14.150,00 (turun Rp301,00)
12. PT Sari Lembah Subur – Rp14.005,00 (turun Rp446,00)
13. PT Inti Indosawit Subur PMKS Ukui Satu – Rp13.992,00 (turun Rp88,00)
14. PT Rigunas Agri Utama PMKS Peranap – Rp14.111,00 (naik Rp161,00)
15. PT Surya Agrolika Reksa – Rp14.229,48 (naik Rp46,15)
16. PT Adimulia Agrolestari – Rp14.183,30 (turun Rp16,70)
17. PT Graha Permata Hijau – Rp14.204,00 (naik Rp47,00)
18. PT Salim Ivomas Pratama Sungai Dua (Rohil) – Rp14.162,00 (naik Rp4,50)
19. PT Salim Ivomas Pratama Balam (Rohil) – Rp14.162,00 (turun Rp53,00)
20. PT Salim Ivomas Pratama Kayangan (Rohil) – Rp14.250,35 (naik Rp35,35)
21. PT Inecda – Rp14.241,00 (naik Rp40,00).




Tulis Komentar