BKSAP DPR RI Siapkan Kunjungan ke Myanmar, Tunjukkan Dukungan untuk Rohingya

Selasa, 13 Mei 2025 | 15:41:22 WIB
Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Husein Fadlulloh

GILANGNEWS.COM - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, menekankan pentingnya diplomasi bilateral dalam mengatasi diskriminasi dan penderitaan yang dialami komunitas Muslim Rohingya.

Usai mengikuti 4th Meeting of the Committee of Muslim Communities and Minorities di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (12/5/2025), Muhammad Husein menilai pendekatan multilateral saja belum cukup untuk mendorong perubahan signifikan terhadap perlakuan yang diterima etnis Rohingya di negara asalnya, Myanmar.

"Sebetulnya ada usulan yang sangat menarik, bahwa seluruh negara yang memiliki hubungan bilateral dengan Myanmar harus aktif melakukan diplomasi secara langsung. Tidak hanya melalui organisasi internasional, tetapi juga lewat jalur bilateral, " ujar Husein melalui keterangan tertulisnya, Selasa (13/5/2025).

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Husein juga mengungkapkan bahwa BKSAP tengah merancang agenda kunjungan ke Myanmar sebagai bentuk solidaritas terhadap komunitas Rohingya. Ia menilai kehadiran fisik akan memberi dampak psikologis yang lebih kuat dibanding sekadar bantuan logistik.

    "Kita sedang merencanakan untuk mengunjungi Myanmar secara langsung. Dengan melihat kondisi mereka secara nyata dan menyampaikan dukungan secara langsung, kita harap mereka bisa merasa lebih kuat dan tidak merasa sendirian, " jelas legislator dari Fraksi Partai Gerindra itu.

    Namun demikian, Husein menegaskan bahwa inisiatif tersebut tetap harus menghormati prinsip kedaulatan negara. Ia menyatakan bahwa langkah yang diambil bersifat mendorong dialog damai, bukan campur tangan dalam urusan domestik Myanmar.

    "Solusi permanen tetap berada di tangan negara bersangkutan. Kita tidak bisa mencampuri urusan dalam negeri mereka. Tapi kita bisa mendorong terjadinya komunikasi dan dialog yang konstruktif untuk mencari solusi yang tepat, " ujarnya.

    Husein berharap, melalui pendekatan diplomasi bilateral yang didukung oleh kekuatan kolektif negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya dapat segera diakhiri secara damai dan bermartabat.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB