Barisan Komando 08 Polisikan Akun TikTok: Sebar Hoaks, SARA, dan Hina Gubernur Riau

Jumat, 13 Juni 2025 | 14:52:53 WIB
Komandan Barisan Komando 08, Dodi Sugiarto, S.IP.

GILANGNEWS.COM - Dunia maya yang sejatinya menjadi ruang bertukar gagasan dan informasi, kini tak ubahnya medan baru bagi ujaran kebencian. Itulah yang dikhawatirkan Barisan Komando 08 saat mereka mendatangi Mapolda Riau, Jumat (13/6/2025), dengan satu misi melawan narasi adu domba di ruang digital.

Dipimpin langsung oleh Komandan Barisan Komando 08, Dodi Sugiarto, S.IP., organisasi tersebut secara resmi melaporkan akun TikTok @prog3330 atas dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE dan ujaran kebencian berbasis SARA. Tak tanggung-tanggung, dua video yang diunggah akun tersebut dianggap telah meresahkan masyarakat Riau, bahkan dinilai memicu ketegangan antargolongan.

Salah satu video menyebut Riau sebagai “provinsi primitif”, dan menyebarkan tuduhan sensitif bahwa kematian seorang siswa SD disebabkan oleh intoleransi berbasis suku dan agama. Video lainnya menyerang figur Gubernur Riau dengan sebutan-sebutan merendahkan seperti “Ajo Wahid” dan “ternak gubernur”, seolah berupaya menggiring opini publik untuk tidak mempercayai institusi pemerintah.

  • Baca Juga BPJS Ketenagakerjaan Tambah Peserta Pekerja Informal
  • Baca Juga Kini BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Program Jaminan Pensiun.
  • Baca Juga Biaya Kecelakaan Kerja bagi yang ikut Program BPJS diTanggung 100 %
  • “Ini bukan kritik, ini sudah masuk kategori provokasi digital. Jika dibiarkan, ia bisa jauh lebih berbahaya daripada perpecahan di dunia nyata,” kata Dodi di hadapan wartawan usai penyerahan laporan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

    Dengan nada tegas namun tenang, Dodi menyebut konten tersebut sebagai bagian dari upaya sistematis membenturkan suku, agama, dan pejabat negara dalam satu bingkai narasi destruktif. Ia mendesak agar Polda Riau segera mengusut tuntas pihak di balik akun tersebut, sekaligus menindak siapapun yang menyebarkan ulang konten berbau kebencian dan fitnah.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam menjaga situasi kondusif di tengah tahun politik yang rawan provokasi.

    “Kami percaya Polda Riau tidak akan tinggal diam. Apalagi Kapolda sudah berulang kali menegaskan komitmennya menjaga keamanan, tak hanya di jalanan tapi juga di media sosial,” ujar Dodi.

    Laporan ini bukan sekadar aksi hukum. Bagi Barisan Komando 08, ini adalah bentuk perlawanan terhadap narasi yang menodai akal sehat, serta panggilan moral untuk menjadikan media sosial kembali sebagai ruang edukasi, bukan arus deras kebencian.

    Sembari menunggu proses hukum berjalan, Barisan Komando 08 menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk lebih cermat dan kritis dalam mencerna informasi di dunia maya.

    “Kalau kita diam, maka algoritma akan memenangkan kebencian. Tapi kalau kita bersuara dengan cara yang benar, kebenaran akan tetap punya tempat,” pungkas Dodi.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB