Gajah Masuk Desa di Pelalawan, Warga Harap Pemerintah Ambil Langkah Serius

Senin, 16 Juni 2025 | 12:31:08 WIB

GILANGNEWS.COM – Kawanan gajah liar kembali menggegerkan warga Desa Sotol, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Hewan berbadan besar tersebut dilaporkan telah merusak tanaman di kebun-kebun milik warga dan hingga Senin (16/6/2025), kawanan itu masih terlihat berada di pinggiran desa.

Ketua RT 008/RW 004 Desa Sotol, Suerdi, mengatakan bahwa warga secara swadaya telah mencoba mengusir kawanan gajah yang diperkirakan berjumlah lebih dari dua ekor itu keluar dari wilayah permukiman.

“Warga sudah beberapa kali mencoba menghalau gajah liar ini agar kembali ke hutan. Tapi sampai tadi malam, kawanan itu masih bertahan di pinggir desa,” kata Suerdi saat dikonfirmasi tim Media Haluan Riau.

  • Baca Juga BPJS Ketenagakerjaan Tambah Peserta Pekerja Informal
  • Baca Juga Kini BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Program Jaminan Pensiun.
  • Baca Juga Biaya Kecelakaan Kerja bagi yang ikut Program BPJS diTanggung 100 %
  • Menurut Suerdi, gajah-gajah tersebut mulai memasuki area perkebunan dan permukiman warga sejak 12 Juni 2025. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, warga kini secara bergantian berjaga malam demi menjaga keamanan lahan dan kampung mereka.

    “Insya Allah, atas kerja keras dan kemauan bersama masyarakat desa, hingga saat ini situasi masih terkendali. Kita berharap kawanan gajah ini segera keluar dari areal pemukiman dan perkebunan warga,” ujarnya.

    Suerdi menambahkan, warga khawatir jika kawanan gajah itu dibiarkan terlalu lama di sekitar pemukiman, maka bisa menimbulkan konflik atau kerugian lebih besar, baik bagi warga maupun bagi gajah yang merupakan satwa dilindungi.

    Saat ditanya soal kemungkinan penyebab keluarnya gajah dari habitat aslinya, Suerdi menilai hal ini tak lepas dari rusaknya kawasan hutan, khususnya di wilayah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

    “Masuknya kawanan gajah ke permukiman ini tentu ada kaitannya dengan rusaknya habitat mereka di hutan. Tapi untuk lebih jauh soal permasalahan di kawasan Tesso Nilo, saya serahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Saya yakin pemerintah sudah memikirkan solusi terbaik untuk alam dan masyarakat,” kata Suerdi.

    Lebih lanjut, ia juga berharap perusahaan-perusahaan di sekitar lokasi dapat membantu proses penggiringan kawanan gajah kembali ke dalam hutan. Ia juga meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera turun tangan ke Desa Sotol untuk merespon situasi ini.

    “Kami tidak ingin terjadi kejadian yang tidak diinginkan, baik terhadap warga, kebun warga, maupun terhadap gajah itu sendiri. Karena bagaimanapun juga, gajah adalah hewan yang dilindungi,” harap Suerdi.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB