7 Cara Efektif Menghapus Jejak Digital dan Lindungi Privasi Anda

Rabu, 09 Juli 2025 | 08:11:52 WIB

GILANGNEWS.COM - Aktivitas kala berselancar di ruang digital meninggalkan jejak yang dapat diakses oleh berbagai pihak. Anda dapat menghapusnya jika tidak ingin jejak digital tersebut ditelusuri atau dimanfaatkan orang lain.
Jejak digital umumnya digunakan pengiklan untuk menargetkan promosi barang dan jasa. Selain itu, jejak digital juga dapat digunakan sebagai bahan profiling, yang berpotensi berbahaya bila disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis jejak yang tertinggal dari aktivitas Anda di ruang digital. Dengan demikian, Anda dapat meminimalkan jejak yang tidak diinginkan.

Berikut cara menghapus dan meminimalkan jejak digital:

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • 1. Mode Incognito
    Menelusuri internet menggunakan mode Incognito atau private pada peramban adalah salah satu cara mengurangi jejak digital.

    Mode ini mencegah aplikasi merekam laman dan kata kunci penelusuran. Namun, beberapa informasi, seperti IP Address, mungkin masih terekam. Untuk menyembunyikan IP Address, Anda dapat memanfaatkan VPN saat beraktivitas daring.

    2. Periksa data bocor
    Kebocoran data merupakan salah satu risiko di era digital. Anda bisa memeriksa apakah data pribadi Anda pernah bocor dan tersebar di internet.

    Salah satu caranya adalah mengunjungi situs "Have I Been Pwned?". Situs gratis ini membantu memeriksa apakah data Anda pernah bocor atau dikompromikan.

    Cukup masukkan alamat email Anda untuk melihat data apa saja yang pernah bocor sebelumnya.

    3. Hapus Cookie
    Menghapus cookie akan menghilangkan semua aktivitas pelacakan dari situs web. Langkah ini dapat dilakukan di berbagai jenis peramban, seperti Chrome hingga Firefox.

    4. Hapus aplikasi tidak digunakan
    Aplikasi yang Anda gunakan merupakan salah satu sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk pelacakan. Jika Anda pernah mendaftar di sebuah aplikasi, data dan informasinya mungkin dapat digunakan atau dibagikan kepada pihak lain.

    Oleh karena itu, hapus akun tersebut jika layanan dari aplikasi tertentu sudah tidak digunakan lagi.

    5. Hapus data pribadi dari Google
    Google adalah mesin pencari paling populer di dunia. Informasi pribadi Anda mungkin dapat ditemukan di platform ini hanya dengan mengetikkan nama.

    Dikutip dari Norton, berikut beberapa cara meminta penghapusan data pribadi di Google:

    - Minta informasi pribadi dihapus dari hasil pencarian Google menggunakan formulir ini.

    - Minta untuk menghapus informasi yang dapat diidentifikasi secara pribadi atau konten doxxing dari hasil pencarian Google dengan mengklik permintaan penghapusan di halaman ini.

    6. Hapus akun media sosial tidak terpakai
    Akun media sosial yang tidak aktif masih dapat dimanfaatkan berbagai pihak untuk memperoleh informasi pribadi Anda. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menghapus akun media sosial jika sudah tidak terpakai.

    Beberapa platform media sosial menyediakan fitur backup untuk menarik semua data yang ada di dalamnya, jika Anda ingin menyimpan data-data tersebut.

    7. Hapus email lama
    Jika Anda sering berbagi dan menerima informasi sensitif melalui email, mulai dari tagihan yang menyertakan alamat dan data lainnya hingga detail pajak, sebaiknya hapus akun email tersebut jika sudah tidak digunakan.

    Pasalnya, jika email Anda diretas, identitas dan keuangan Anda berisiko terdampak. Setelah menghapus email, pastikan untuk menghapus akun email lama secara permanen.
     

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB