GILANGNEWS.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan tidak ada kurikulum baru yang akan diberlakukan. Kurikulum Merdeka akan terus berjalan, dengan fokus pada sistem pembelajaran mendalam atau deep learning.
Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen Laksmi Dewi menjelaskan, metode deep learning ini akan diterapkan di sekolah dasar dan menengah. Tujuannya adalah untuk menjawab tantangan rendahnya tingkat literasi siswa di Indonesia. Penerapan ini akan dilakukan di seluruh sekolah mulai tahun ajaran 2025/2026.
"Jadi tidak ada nama kurikulum baru saat ini. Untuk IPA dan IPS juga tahun ini kami masih menggunakan Kurikulum Merdeka dengan pemilihan peminatan pembelajaran,” ungkap Laksmi dalam diskusi dengan media di Jakarta, Jumat (18/7/2025).