GILANGNEWS.COM - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda Riau. Sejak awal Januari hingga pertengahan Juli 2025, lebih dari 510 hektare lahan di 12 kabupaten dan kota hangus dilalap api.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat, konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Kampar dengan luas 132 hektare, disusul Rokan Hulu dengan 107 hektare. Di saat yang sama, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 259 titik panas di Pulau Sumatera, 42 di antaranya berstatus kepercayaan tinggi yang berpotensi memicu kebakaran baru.
Fenomena ini mengulang trauma lama yang seolah tak pernah benar-benar hilang, asap tebal yang menyelimuti langit Riau, mengganggu kesehatan banyak warga, memutus aktivitas belajar-mengajar, dan berpotensi menyebar lintas batas negara.