GILANGNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menghadapi tekanan fiskal cukup berat pada tahun anggaran 2026. Berdasarkan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, pendapatan daerah Siak diproyeksikan turun signifikan menjadi Rp1.951 triliun, atau berkurang sekitar Rp1.048 triliun (?34,9%) dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp2.999 triliun.
Penurunan tajam ini dipicu oleh penundaan penyaluran dana transfer dari pemerintah pusat, serta pemotongan dan realokasi hingga 50 persen Dana Bagi Hasil (DBH) secara nasional. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan daerah membiayai program pembangunan dan pelayanan publik.
Dari total pendapatan 2026, sebesar 78,9 persen atau Rp1.54 triliun bersumber dari dana transfer pusat, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya menyumbang Rp411,58 miliar (21,1 persen), dan lain-lain pendapatan sah Rp7,59 miliar (0,36 persen).