GILANGNEWS.COM — Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas Kota Pekanbaru, sejumlah spanduk besar mendadak menyita perhatian publik. Terpasang di titik-titik strategis, termasuk persimpangan jalan, pesan yang terpampang bukan sekadar informasi biasa. Ia adalah jeritan panjang ribuan orang yang merasa menjadi korban korban investasi kapling kurma yang dikelola PT Kawasan Kurma Indonesia (KKI).
Tulisan-tulisan di spanduk itu lugas, bahkan terkesan mendesak. Seruan ditujukan langsung kepada Presiden, Kapolri hingga Kapolda Riau. Sebuah cara yang tidak biasa, namun mencerminkan satu hal di mana harapan yang kian menipis terhadap proses yang berjalan senyap.
Herman salah satu investor yang mengaku menjadi korban, membenarkan bahwa suara dalam spanduk itu adalah representasi dari kegelisahan banyak pihak. Ia sendiri mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah setelah membeli dua kapling kurma, satu dibayar lunas, satu lagi melalui sistem kredit.