PAD Pekanbaru Naik Signifikan, Agung Nugroho Sebut Pelayanan Jadi Kunci

Jumat, 24 April 2026 | 18:48:40 WIB

GILANGNEWS.COM - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menyebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru mengalami kenaikan signifikan di tengah tekanan fiskal dan efisiensi anggaran.

Peningkatan ini terjadi seiring berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko), terutama melalui peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan wajib pajak.

“Prinsipnya kita tingkatkan pelayanan dulu ke masyarakat, ke wajib pajak. Karena kan masyarakat mau bayar pajak dengan lebih mudah, tidak ribet,” kata Agung, Jumat (24/4/2026).

  • Baca Juga BPJS Ketenagakerjaan Tambah Peserta Pekerja Informal
  • Baca Juga Kini BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Program Jaminan Pensiun.
  • Baca Juga Biaya Kecelakaan Kerja bagi yang ikut Program BPJS diTanggung 100 %
  • Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan kemudahan serta diskon pajak bumi dan bangunan (PBB). Kebijakan tersebut berdampak pada meningkatnya antusiasme masyarakat dalam membayar pajak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Selain itu, ia juga meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk mempercepat proses perizinan agar lebih mudah dan tidak berbelit. Upaya ini dinilai mampu mendorong kepatuhan masyarakat dalam mengurus izin sekaligus meningkatkan penerimaan daerah.

    “Contoh pajak PBG. Kalau izin dipermudah, dipercepat ya pasti antusias orang ngurus. Terbukti di tahun ini warga patuh untuk bayar pajak, intinya pelayanan dimaksimalkan agar masyarakat tidak malas bayar pajak,” cakapnya lagi

    Agung menambahkan, peningkatan PAD juga didukung kenaikan penerimaan dari sejumlah sektor lain seperti opsen pajak, reklame, hotel, restoran, dan pajak daerah lainnya. Bahkan, realisasi PAD pada periode yang sama meningkat dari sekitar Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun.

    “PAD kita kenaikan cukup signifikan. Jadi jika dibandingkan periode yang sama, di tahun 2025 naik drastis. Dari Rp800-an miliar menjadi Rp1,2 triliun,” terangnya.

    Ia menegaskan, pajak yang dibayarkan masyarakat harus dapat dirasakan langsung manfaatnya melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik, seperti perbaikan jalan, fasilitas umum, serta kebersihan kota.

    “Pajak itu juga harus dirasakan masyarakat. Makanya ada perbaikan jalan, infrastruktur, fasilitas umum, kebersihan yang semuanya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.


     


     

    Terkini