DPRD Pekanbaru Dorong Edukasi HIV Usai Dinkes Catat 95 Kasus Sepanjang 2026

Kamis, 09 Juli 2026 | 18:33:15 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Abidin

GILANGNEWS.COM — Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat terdapat 95 kasus HIV dan 42 kasus AIDS sepanjang 2026 hingga awal Juli. Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Abidin, meminta Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai HIV.

Menurut Tekad, langkah edukasi tersebut sangat penting untuk menghilangkan stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV) sekaligus mendorong lebih banyak warga yang berisiko menjalani pemeriksaan secara sukarela.

"Untuk saat ini HIV memang belum dapat disembuhkan. Namun, infeksi tersebut dapat dikendalikan melalui terapi antiretroviral (ARV) sehingga kondisi kesehatan dan harapan hidup penderita dapat tetap terjaga apabila menjalani pengobatan secara rutin dan terkontrol," Ungkap Tekad Abidin kepada, Kamis (9/7/2026)

  • Baca Juga BPJS Ketenagakerjaan Tambah Peserta Pekerja Informal
  • Baca Juga Kini BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Program Jaminan Pensiun.
  • Baca Juga Biaya Kecelakaan Kerja bagi yang ikut Program BPJS diTanggung 100 %
  • Ia mengimbau masyarakat yang merasa memiliki faktor risiko tertular HIV agar tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan di puskesmas. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena identitas pasien dijamin kerahasiaannya.

    "Bagi masyarakat yang berisiko jangan takut memeriksakan kondisinya ke puskesmas karena kerahasiaannya terjamin," ujarnya.

    Tekad menilai edukasi kepada masyarakat masih perlu ditingkatkan. Dinas Kesehatan bersama puskesmas, kata dia, perlu lebih gencar menyosialisasikan informasi mengenai HIV, termasuk cara penularan dan cara pencegahannya.

    Ia menilai pemahaman yang benar akan mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV yang hingga kini masih terjadi di tengah masyarakat.

    "Masyarakat harus tahu apa saja yang dapat menularkan HIV dan apa yang tidak. Dengan begitu masyarakat tidak lagi menjauhi orang dengan HIV karena stigma yang keliru," katanya.

    Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat terdapat 95 kasus HIV dan 42 kasus AIDS sepanjang 2026 hingga awal Juli. Untuk memperluas deteksi dini, pemerintah menyediakan layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) secara gratis dan rahasia di 21 puskesmas, 29 rumah sakit, empat lembaga pemasyarakatan (lapas), satu rumah tahanan (rutan), sejumlah klinik, serta Klinik Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) di Pekanbaru.

    Pemerintah Kota Pekanbaru juga terus mengimbau masyarakat yang merasa berisiko agar tidak menunda pemeriksaan. Penanganan HIV saat ini difokuskan pada terapi antiretroviral (ARV) untuk menekan jumlah virus di dalam tubuh sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga dan risiko penularan dapat ditekan.


     


     

    Terkini