RIAU

Direktur Keuangan PT Patria: Dana Rp250 Juta Keluar Meski Rekening Gunakan Sistem Berlapis

Direktur Keuangan PT Patria Riau Jaya Perkasa, Jece

PEKANBARU, Gilangnews.com – Sengketa dugaan hilangnya dana Rp250 juta dari rekening korporasi milik PT Patria Riau Jaya Perkasa masih belum menemukan titik terang. Meski telah berulang kali meminta penjelasan kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk sejak transaksi mencurigakan terjadi pada akhir Januari 2026, perusahaan mengaku hingga kini belum memperoleh jawaban yang dinilai mampu menjelaskan bagaimana dana tersebut dapat keluar dari rekening perusahaan.

Hal itu disampaikan Direktur Keuangan PT Patria Riau Jaya Perkasa, Jece, saat menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Kamis (9/7), yang juga dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Jece, kejadian bermula pada 29 Januari 2026, ketika perusahaan menerima sejumlah notifikasi transaksi yang tidak dikenali melalui layanan perbankan korporasi. Padahal, saat itu tidak ada aktivitas transaksi yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

Ia menjelaskan, rekening yang digunakan merupakan rekening korporasi dengan sistem keamanan berlapis (multi-level approval), sehingga setiap transaksi harus melewati beberapa tahapan otorisasi sebelum dapat diproses.

"Karena ini rekening perusahaan, seluruh transaksi dilakukan melalui mobile banking perusahaan yang memiliki beberapa layer approval. Namun pada saat tidak ada aktivitas perbankan, tiba-tiba muncul beberapa transaksi di sistem mobile banking," ujar Jece.

Dari hasil pemeriksaan internal perusahaan, tercatat muncul lima transaksi dengan total nilai sekitar Rp1,2 miliar. Namun hanya satu transaksi yang berhasil diproses, yakni sebesar Rp250 juta, sementara empat transaksi lainnya dinyatakan gagal.

BACA JUGA : HEBOH! Dana Rp250 Juta Tiba-Tiba Hilang dari Rekening Perusahaan, Sengketa dengan CIMB Niaga Bergulir hingga OJK

"Total transaksi yang muncul sekitar Rp1,2 miliar. Dari lima transaksi itu, hanya satu yang berhasil, yakni sebesar Rp250 juta," katanya.

Menyadari adanya transaksi yang tidak dikenali tersebut, perusahaan segera melaporkan kejadian itu kepada pihak CIMB Niaga. Menurut Jece, nilai kerugian yang cukup besar membuat perusahaan berharap memperoleh penjelasan secara menyeluruh mengenai penyebab transaksi tersebut.

Namun hingga kini, menurutnya, berbagai upaya komunikasi yang telah dilakukan belum menghasilkan jawaban yang memberikan kepastian.

"Begitu kejadian, kami langsung melapor ke bank. Tetapi sampai hari ini belum ada titik terang. Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan, baik secara online maupun offline, namun belum ada jawaban yang benar-benar menjelaskan penyebab kejadian ini dari pihak bank," ungkapnya.

Dalam rapat dengar pendapat tersebut, Jece juga menyayangkan ketidakhadiran perwakilan PT Bank CIMB Niaga Tbk yang sebelumnya telah diundang oleh Komisi II DPRD Kota Pekanbaru.

Menurutnya, kehadiran pihak bank sangat diperlukan agar seluruh pihak dapat memperoleh penjelasan secara langsung mengenai hasil investigasi maupun mekanisme keamanan sistem yang digunakan dalam layanan perbankan korporasi.

Sebagai langkah mitigasi, PT Patria Riau Jaya Perkasa memutuskan membekukan sementara rekening yang menjadi objek sengketa guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya transaksi yang tidak diinginkan.

"Saat ini akun kami freeze sementara," ujarnya.

Jece berharap penyelesaian sengketa dapat dilakukan secara transparan dan objektif sehingga memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak. Menurutnya, perusahaan hanya ingin memperoleh penjelasan yang utuh mengenai penyebab transaksi tersebut serta penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus dugaan hilangnya dana Rp250 juta dari rekening korporasi PT Patria Riau Jaya Perkasa saat ini masih berproses melalui mekanisme pengaduan konsumen di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK), sementara perusahaan juga telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum.

 


Tulis Komentar